Wali Kota Jayapura Minta Kapolres dan Dandim Perketat Pengawasan

share on:
Wali Kota Jayapura Benhur Tommy Mano Bertegur Sapa Dengan Bupati Puncak Jaya Henock Ibo - Jubi/Alex
Wali Kota Jayapura Benhur Tommy Mano Bertegur Sapa Dengan Bupati Puncak Jaya Henock Ibo – Jubi/Alex

Jayapura, Jubi – Wali Kota Jayapura Benhur Tommy Mano meminta Kapolres dan Dandim 1701 di daerahnya untuk memperketat pengawasann di daerah perbatasan, terutama dalam menghalau peredaran narkotika jenis ganja.

“Saya sudah koordinasi dengan Kapolres dan Dandim untuk lebih perketat pengawasan di daerah perbatasan. Apalagi saya sudah menyerahkan speedboat ke Danpos Lantamal di Skouwsai. Sehingga mereka sudah bisa mengawasi peredaran ganja di wilayah laut dan darat,” kata Tommy Mano kepada wartawan, di Jayapura.

Tak hanya itu, dirinya juga telah menginstruksikan agar siswa sekolah yang akan masuk tahun ajaran baru wajib melakukan tes urin. Bahkan hal tersebut juga telah dilakukan bagi PNS di Kota Jayapura.

“Ini wajib agar kita bisa minimalisasi peredaran narkoba di Kota Jayapura,” ucapnya.

Disamping itu, ujar Mano, Pemerintah Kota Jayapura juga mengharapkan peran orang tua agar lebih maksimal dan serius dalam mengawasi anaknya dari pengaruh negatif narkoba.

“Sebagian besar pecandu berasal dari keluarga baik-baik. Ini berarti orang tua masih bersama dan hampir tidak pernah bertengkar di depan mereka,” ucapnya lagi.

Menurut ia, umumnya anak dan remaja menerima informasi tentang narkoba dari luar rumah dan teman sebayanya. Tentu akan sangat berbahaya ketika anak mengetahui suatu hal yang baru, namun hanya setengah-setengah.

“Makanya peran orang tua disini mengajarkan tentang narkoba secara mendetail kepada anak sehingga anak mengerti secara utuh dan mampu mengambil langkah yang benar,” katanya.

Sebelumnya, Dinas Kesejahteraan Sosial dan Permukiman Provinsi Papua mengklaim pengedar ganja di Kota Jayapura paling banyak anak-anak yang usianya dibawah umur atau 17 tahun kebawah, dan Abepura merupakan daerah paling rawan.

Untuk itu, Pemerintah Kota Jayapura diminta serius untuk melihat hal ini. Sebab Presiden Joko Widodo telah menyakatakan Indonesia sebagai negara darurat narkoba.

“Ini memang benar-benar saya lihat sendiri dan ini permainan mafia. Ini memang harus diseriusi kalau tidak bisa bahaya. Karena mereka ini juga punya geng,” kata Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial dan Permukiman Papua, Ribka Haluk, Senin (14/3/2016). (Alexander Loen)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Wali Kota Jayapura Minta Kapolres dan Dandim Perketat Pengawasan