BPPTSP Samarinda: Izin Usaha Baru Didominasi Usaha Kuliner

share on:
Dominasi kuliner: Kantor BP2TSP mengurus puluhan berkas izin usaha setiap hari. - kaltim.prokal.co/
Dominasi kuliner: Kantor BP2TSP mengurus puluhan berkas izin usaha setiap hari. – kaltim.prokal.co/

Samarinda, Jubi – Dalam sehari, Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (BPPTSP) Samarinda bisa menangani hingga 50 berkas izin usaha. Paling banyak berasal dari sektor kuliner. 

“Lebih banyak dari usaha rumah makan, tapi tidak semuanya pemohon izin baru. Ada yang perpanjangan. Ada juga yang membuat pengubahan terkait identitas usaha,” terang Sekretaris BPPTSP Samarinda Ida Nursanti.

Dia mengatakan, uletnya pengusaha kuliner mengurus izin, motifnya beragam. Salah satunya untuk syarat pengajuan kredit ke bank.

Saat ini pengajuan surat izin tempat usaha (SITU) tidak hanya dilakukan di BP2TSP. Mereka berkonsentrasi menangani izin usaha dengan nilai di atas Rp 50 juta.

Bagi yang usahanya di bawah nilai tersebut, bisa langsung mengajukan di kantor kecamatan setempat. “Sejauh ini, kecamatan yang aktif adalah Sambutan,” imbuh Ida.

Tak hanya usaha yang menggunakan toko sebagai wadah usaha, pengusaha lewat dunia maya pun harus memiliki SITU. Sebab, pemilik toko online pasti menggunakan rumah untuk stok barang atau memasang banner.

Apalagi jika mereka berencana mengembangkan usaha dan mencari pinjaman modal dari bank.

Menurut Ida, pembuatan izin usaha tidaklah susah. Selain itu, terjangkau, tanpa menggunakan jasa calo pula. Pengurusan izin hanya memerlukan waktu sepekan.

Ida menyebut, kini dengan adanya situs resmi BP2TSP, masyarakat mengurus izin usaha kian termudahkan. “Paling hanya perlu datang untuk mengantar berkas dan mengambil izin yang terbit.

Paling penting ada KTP, IMB, dan bukti kepemilikan tanah. Itu pasti sudah aman saja,” ucap Ida.

Juga, ada fasilitas layanan pesan singkat. Pemohon yang syarat perizinannya belum lengkap, bakal mendapat informasi langsung dari BP2TSP. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  BPPTSP Samarinda: Izin Usaha Baru Didominasi Usaha Kuliner