Gubernur Launching Album Rohani Berbahasa Daerah, Bagian dari Nawacita

share on:
Gubernur Papua, Lukas Enembe saat memasuki GOR Cenderawasih untuk melaunching album Highland Price - Jubi/Victor Mambor
Gubernur Papua, Lukas Enembe saat memasuki GOR Cenderawasih untuk melaunching album Highland Price – Jubi/Victor Mambor

Jayapura, Jubi – Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan launching album rohani Highland Price merupakan bagian dari Nawacita Presiden Jokowi, yakni revolusi mental.

“Kita sudah tutup semua mulai dari minuman keras, narkoba dan seterusnya. Karena mulai hari ini orang Papua harus masuk dalam pujian dan penyembahan untuk kemulian nama Tuhan,” kata Lukas Enembe usai menghadiri Launching Album Rohani Highland Price Papua, di Gedung Olahraga Cenderawasih Jayapura, pekan lalu.

Enembe berencana dalam kerjanya, semua bentuk penyalahgunaan akan ditekan. Salah satunya dengan membuat suatu event setiap enam bulan sekali.

“Hal ini dilakukan agar anak-anak Papua yang memiliki bakat bisa tertampung semua, dan juga tidak hanya berbicara politik tetapi berbicara mengenai PON dan sebagainya,” ucapnya.

Hal senada dilontarkan Bupati Lanny Jaya Befa Yigibalom. Dirinya mengatakan launching album rohani Highland Price merupakan momentum kebangkitan anak-anak Papua dalam bekarya. Apalagi saat ini pemerintah provinsi sedang genjar dalam memberantas narkoba dan miras.

“Ini hal positif yang harus didukung semua pihak, saya harap generasi Papua bisa bangkit, mandiri dan sejahtera,” kata Befa.

Sementara itu, Ketua Panitia Launching Album Rohani Highland Price Papua, Yunus Wonda mengatakan, vokal group ini telah memiliki tiga album secara keseluruhan dengan menggunakan bahasa daerah Papua, bukan hanya lagu pegunungan saja, tetapi keterwakilan seluruh Papua mulai dari bahasa Sentani, Mee, Sorong dan lainnya.

“Sebenarnya launching album rohani Higland Praise menjadi moment saja dalam acara ini, tetapi yang terpenting bagaimana mengangkat kembali harkat martabat seni budaya terutama dalam seni musik rohani di Tanah Papua,” kata Wonda.

Menurut Wonda, dalam memimpin Gubernur Lukas Enembe berkeinginan untuk mengangkat kembali identitas orang Papua.

“Intinya beliau ingin memberikan penghargaan kepada seluruh pencipta lagu-lagu rohani bahasa daerah,” ucapnya.

Dia menambahkan, enam bulan kedepan akan digelar perlombaan vokal group dalam bahasa daerah di seluruh Tanah Papua secara besar-besaran, bukan hanya lagu rohani tetapi lagu-lagu daerah.

“Pak gubernur minta kami untuk enam bulan ke depan menggelar lomba vokal group lagu-lagu dalam bahasa daerah. Untuk itu, kami minta semua kabupaten dapat mengembangkannya,” katanya. (Alexander Loen)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Gubernur Launching Album Rohani Berbahasa Daerah, Bagian dari Nawacita