Keterwakilan Pemuda di MRP Bukan dari OKP

share on:
Kantor Majelis Rakyat Papua - Jubi/Saut Marpaung
Kantor Majelis Rakyat Papua – Jubi/Saut Marpaung

Jayapura, Jubi – Pihak Badan Legislasi (Baleg) atau yang kini disebut Badan Pembentukan Perdasi/Perdasus (BP3) DPR Papua menyatakan keterwakilan pemuda dalam lembaga Majelis Rakyat Papua (MRP) bukan berasal dari Organisasi Kepemudaan (OKP), namun harus dari adat.

Ketua BP3 DPR Papua, Yan Ayomi mengatakan, perwakilan pemuda dari adat itu akan ditentukan melalui musyawarah. Dalam musyawarah akan disepakati siapa-siapa saja yang diutus dari setiap wilayah adat untuk duduk di MRP.

“Keterwakilan pemuda di MRP berasal dari lima wilayah adat di Papua. Bukan dari OKP. Begitu juga keterwakilan perempuan, bukan dari organisasi perempuan,” kata Yan Ayomi, Selasa (5/4/2016).

Menurutnya, jumlah anggota MRP periode berikut sebanyak 51 orang. Jumlah itu setara tiga perempat dari jumlah anggota DPR Papua kini yakni 69 orang. Usulan Fraksi Hanura DPR Papua agar ada keterwakilan pemuda di MRP, disetujui ketika sidang paripurna Non APBD yang digelar DPR Papua beberapa waktu lalu.

“Sidang Non APBD ketika itu membahas dan mengesahkan Perdasus tata cara pemilihan anggota MRP. Kami mengakomodir adanya aspirasi itu. Kini kami sedang menghitung berapa kuota dari setiap wilayah adat,” ucapnya.

Katanya, kini di MRP sudah ada keterwakilan adat, perempuan dan agama. Namun jika keterwakilan pemuda dimasukkan, perlu dihitung berapa keterwakilan pemuda dari setiap wilayah adat.

“Kami tak bisa menutup mata dengan adanya aspirasi dari pemuda ini. Makanya kami sepakati akan mengakomodir keterwakilan pemuda di MRP. Keterwakilan pemuda itu diatur dalam tata tertib anggota MRP,” katanya.

Fraksi Hanura DPR Papua memandang perlu adanya keterwakilan Pemuda di Majelis Rakyat Papua.

Ketua Fraksi Hanura DPR Papua, Yan Permenas Mandenas mengatakan, pihaknya mengusulkan keterwakilan pemuda di MRP karena sudah saatnya wakil-wakil pemuda diberi kesempatan masuk ke MRP.

“Ini agar pemuda punya ruang bicara soal pembangunan dan proteksi Orang Asli Papua di lembaga yang resmi. Kami mau agar ada kolaborasi dalam MRP dan kedepan lembaga itu kembali kepada tupoksi mengurusi agama, adat, perempuan dan pemuda,” kata Mandenas.

Katanya, kedepan pemuda yang melanjutkan tongkat estafet pembangunan dan pemerintahan di Papua. Kini sudah saatnya pemuda bicara konsep pembangunan kedepan. katanya. (Arjuna Pademme)

Tags:
Editor : dominggus
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Keterwakilan Pemuda di MRP Bukan dari OKP