Pemprov Papua Sambut Baik Tawaran Unhan

share on:
Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Papua, Elia Loupatty Saat Berdiskusi Dengan Perwakilan Universitas Pertahanan Bogor - Jubi/Alex
Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Papua, Elia Loupatty Saat Berdiskusi Dengan Perwakilan Universitas Pertahanan Bogor – Jubi/Alex

Jayapura, Jubi – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menyambut baik tawaran program beasiswa S2 Ilmu Pertahanan Universitas Pertahanan (Unhan), Bogor. Mengingat 10 program studi tidak ada di Universitas lain di Papua.   

Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Papua, Elia Loupatty kepada wartawan, di Jayapura, Selasa (5/4/2016) mengatakan apa yang ditawarkan pihak Unhan sangat baik karena bisa menambah pengetahuan pegawai negeri sipil.

“10 program studi yang ditawarkan itu tidak ada di universitas lain di Papua, sehingga ini bagi karena bisa menambah pengetahuan bagi pegawai yang bakal ikut dalam program tersebut,” katanya.

Menurut ia, jika lulusan strategi perang semesta Unhan memiliki prestasi bagus maka bisa menjadi pengajar ditempat lain dan tidak hanya di Papua, tetapi diluar Papua juga bisa.

“Saya sarankan kepada PNS Papua yang masih muda bisa mengambil peluang ini, karena ini sangat baik,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kerjasama Kelembagaan, Marsekal Muda TNI Suparman Djapri menjelaskan Unhan memiliki Fakultas Strategi Pertahanan dimana Fakultas Strategi Pertahanan memiliki delapan program studi dan Fakultas Manajemen Pertahanan yang memiliki lima program.

“Ada 10 program studi yang tidak ada di universitas lain karena memang ini berhubungan dengan masalah sistem pertahanan negara. Untuk itu kami harap Pemerintah Daerah Papua dan Papua Barat bisa mengirim pegawai yang direkomendasikan oleh gubernur,” katanya.

Ia menjelaskan, untuk menempuh kuliah di Unhan, pihaknya menyediakan waktu selama dua tahun yakni satu tahun untuk proses perkuliahan, enam bulan untuk tesis dan enam bulan lagi untuk proses kuliah maupun tesis.

“Untuk biaya kuliah berasal dari APBN, yang menarik setelah lulus dari Unhan, kan mereka memiliki kompetensi di bidang masing-masing, mereka ini juga dapat menjadi kader intelektual bela negara yang saat ini dicanangkan oleh Kementerian Pertahanan,” ucapnya.

Dia menambahkan, sejak dibentuk pada 2009, belum ada mahasiswa asal Papua, sehingga dirinya ditugaskan secara langsung untuk menjemput bola dengan menawarkan kepada pemerintah daerah di Papua.

“Tidak ada kuota tertentu tetapi kami harapkan untuk 10 program studi tersebut, harus ada perwakilan dari Papua, karena ini tidak dipungut biaya kuliah, tinggal diasrama, tetapi jelas untuk pendidikan semi militer,” tutupnya. (Alexander Loen)

Editor : dominggus
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pemprov Papua Sambut Baik Tawaran Unhan