Presiden Canangkan Proyek Perkeretaapian Papua Barat 2016

share on:
Presiden Joko Widodo ketika di Wamena, Jayawijaya tahun 2015 - Jubi/Islami
Presiden Joko Widodo ketika di Wamena, Jayawijaya tahun 2015 – Jubi/Islami

Manokwari, Jubi/Antara – Presiden Joko Widodo akan mencanangkan dimulainya pelaksanaan proyek perkeretaapian di Provinsi Papua Barat pada semester II tahun 2016.

“Untuk pencanangan proyek perkeretaapian Papua Barat yang pasti pada semester kedua nanti. Untuk bulannya saya belum bisa menentukan,” katanya di Manokwari, Selasa (5/4/2016).

Presiden menyebutkan proyek perkeretaapian tersebut saat ini masih dalam proses kajian di Kementerian Perhubungan bersama pemerintah Provinsi Papua Barat. Ia berharap kajian dilakukan secara matang dan segera selesai.

Menurutnya, setelah kajian selesai proyek besar transportasi di Papua Barat ini sudah dapat dimulai. Sejauh ini, Presiden pun belum bisa menentukan lokasi dimulainya proyek tersebut.

“Bisa dimulai dari Manokwari bisa juga dimulai dari Sorong, belum ditentukan,” katanya.

Presiden pun belum bisa memastikan anggaran yang akan digunakan untuk pembangunan tahap pertama proyek tersebut. Sebab, proses kajian belum selesai dilakukan.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Papua Barat Bambang Heriawan Soesanto pada wawancara sebelumnya mengatakan, proyek perkeretaapian di daerah tersebut sedang menuju proses kajian analisis dampak lingkungan (Amdal) serta penyusunan Detailed Engineering Design (DED).

Ia memastikan proses kajian Amdal tidak akan memakan waktu lama. Setelah dua proses tersebut selesai pelaksanaan pembangunan itu sudah dapat dimulai.

Pihaknya berharap pencanangan proyek tersebut dapat dilaksanakan di Manokwari sebagai ibu kota Provinsi Papua Barat.

“Harapkan kita, ketika pencanangan ini dilakukan di Manokwari, gaungnya akan besar serta dapat memacu semangat masyarakat dalam menyambut program terobosan pemerintahan Presiden Jokowi,” kata dia.

Bambang meyakini program ini akan membawa perubahan yang cukup signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Papua Barat. Menurutnya perdagangan komoditas unggulan di daerah itu akan lebih mudah saat kereta api sudah beroperasi.

“Apalagi ditambah dengan program tol laut, jaringan rel kereta api akan terintegrasi ke pelabuhan-pelabuhan. Hal itu akan mempermudah proses perdagangan komoditas yang dihasilkan masyarakat,” ujarnya. (*)

 

Editor : TIMOTEUS MARTEN
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Presiden Canangkan Proyek Perkeretaapian Papua Barat 2016