Maksimalkan Peran Guru, akan Diterbitkan Perda Tentang Guru

share on:
Suasana Lokakarya ke-II Dinas Pendidikan Untuk Samakan Rencana Strategis - Jubi/Alex
Suasana Lokakarya ke-II Dinas Pendidikan Untuk Samakan Rencana Strategis – Jubi/Alex

Jayapura, Jubi – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua saat ini sedang menyusun rancangan  peraturan daerah (Raperda) tentang guru. Hal ini untuk memaksimalkan kinerja para tenaga pendidik di Bumi Cenderawasih.

“Kami saat ini sedang godok Raperda yang khusus bicara soal guru. Intinya Ada bab dan pasal khusus yang berbicara tentang pelimpahan kewenangan baik dari pihak yayasan maupun lembaga pendidikan lainnya kepada para tenaga pendidik,” kata Sekertaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua, Protasius Lobya, di Jayapura, Kamis (7/4/2016).

Ia menjelaskan, Reperda bertujuan agar ada pengendalian maupun penindakan terhadap tenaga pendidik yang berstatus PNS. Misalnya yang diperbantukan ke yayasan, dimana saat ini banyak PNS yang bekerja sebagai tata usaha maupun tenaga pengajar.

“Hanya saja, pihak yayasan tidak bisa melakukan pengendalian karena tidak ada regulasi. Nah Perda ini yang nantinya akan kami garap untuk memberikan pengendalian kepada tenaga kependidikan,” ucapnya.

Menurutnya, sesuai rencana draft Raperda akan rampung di awal Oktober 2016.

“Makanya pada Mei nanti kami akan duduk bicara mengenai draft Perdanya. Sehingga harapannya bisa menghasikan satu produk hukum yang membawa dunia pendidikan menuju kemajuan,” ucapnya lagi.

Sementara dalam upaya peningkatan mutu pelajar, ujar Protasius, dalam tahun ini Gubernur Papua Lukas Enembe telah menginstruksikan agar  membangun gedung SMA/SMK berpola asrama. Gedung tersebut akan dibangun di lima wilayah adat, yakni di Wamena yang mewakili wilayah Lapago, Nabire Meepago, Animha untuk Merauke, Saireri di Biak dan Mamta Kabupaten Jayapura.

“Gubernur berkeinginan ada lima SMA/SMK unggulan berpola asrama di Papua yang ditaruh di lima wilayah adat. Ini yang kami sedang siapkan tahun ini, harapannya bisa selesai secepatnya,” kata Protasius.

Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tahun ini akan membangun sekolah berpola asrama di lima wilayah adat, dengan dibiayai dari dana Otonomi Khusus (Otsus).

Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan pemerintah provinsi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tahun ini akan membangun sekolah berpola asrama di lima wilayah adat, dengan dibiayai dari dana Otsus.

“Sekolah ini mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA serta dikhususkan untuk orang asli Papua,” kata Enembe.

Menyinggung soal tawaran Pemerintah Inggris untuk pendidikan di Papua, Enembe mengaku, pemerintah provinsi sangat menyambut baik, dan akan segera menindaklanjuti.

“Dubes Inggris menawarkan harus ada orang asli Papua yang kuliah di inggris. Dengan demikian saya sudah meminta dinas pendidikan untuk mempersiapkan anak-anak Papua dari lima wilayah adat,” ucapnya. (Alexander Loen)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Maksimalkan Peran Guru, akan Diterbitkan Perda Tentang Guru