Bappeda Klaim Kesejahteraan Masyarakat Papua Meningkat

share on:
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Papua, Muhammad Musa'ad Didampingi Kepala Badan Pusat Statistik Papua, JB Priyono Saat Menyampaikan Capaian Kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur Papua - Jubi/Alex
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Papua, Muhammad Musa’ad Didampingi Kepala Badan Pusat Statistik Papua, JB Priyono Saat Menyampaikan Capaian Kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur Papua – Jubi/Alex

Jayapura, Jubi – Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Papua mengklaim kesejahteraan masyarakat Bumi Cenderawasih mengalami peningkatan. Hal ini terjadi selama selama tiga tahun kepemimpinan Gubernur Lukas Enembe dan Wakil Gubernur Klemen Tinal.

Kepala Bappeda Provinsi Papua, Muhammad Musa’ad mengatakan peingkatan kesejahteraan masyarakat tergambar dari tren perubahan indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dengan perhitungan baru.

“Perhitungan baru ini dengan adanya peningkatan dari 56,25 di 2013 menjadi 56,75 di 2014,” kata Musa’ad belum lama ini.

Ia menjelaskan, indikator pembentuk dari peningkatan ini adalah Angka Harapan Hidup (AHH) dimana mengalami peningkatan menjadi 64,84 persen di 2014 dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 64,76.

“Selain AHH, Harapan Lama Sekolah (HLS) menjadi 9,94 tahun pada 2014 dibandingkan 2013 sebesar 9,58 tahun,” ucapnya.

Menurut ia, rata-rata lama sekolah juga mengalami peningkatan menjadi 5,76 pada 2014 dibandingkan 2013 sebesar 5,74, lalu pengeluaran per kapita disesuaikan meningkat menjadi Rp6,4 juta.

“Tak hanya itu, capaian kinerja untuk fokus kesejahteraan sosial bidang kesehatan membaik, ini dibuktikan dengan presentase kelahiran ditolong oleh tenaga medis yang mencapai 53,49 di 2014 dan 2013 hanya 52,97,” ucapnya lagi.

Dia menambahkan hal ini juga didukung dengan menurunnya angka kematian ibu, dimana 2014 hanya mencapai 238 per 1000 dibandingkan 2013 sebesar 410 per 1000.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik Papua, JB. Priyono mengatakan pihaknya belum bisa mengukur Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Papua tahun lalu. Pihaknya bisa mengukur 2010-2014 karena September ada data yang hilang.

“Secara rangking dari 2010-2014, Papua menempati posisi ke-33 IPM paling rendah. Namun disaat masuk Kalimantan Utara, Papua malah melorot ke posisi 34,” kata Priyono. (*)

Editor : dominggus
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Bappeda Klaim Kesejahteraan Masyarakat Papua Meningkat