Komisi V DPRP: Jangan Lagi Ada Demo Atlet

share on:
Demo Atlet di DPR Papua, Jumat (8/4/2016) - Jubi/Arjuna
Demo Atlet di DPR Papua, Jumat (8/4/2016) – Jubi/Arjuna

Jayapura, Jubi – Ketua Komisi V DPR Papua, Yakoba Lokbere yang membidangi olahraga menyatakan, kedepan jangan lagi ada demo para atlet yang akan berlaga di PON XIX Jawa Barat, September mendatang, seperti yang dilakukan para atlet, Jumat (8/4/2016). Ketika itu atlet mendatangi gedung wakil rakyat untuk menyampaikan berbagai aspirasi mereka.

Kata politisi PDI Perjuangan itu, atlet demo berarti ada masalah yang mereka hadapi. Ini harus segera ditanggapi KONI dan pemerintah Provinsi Papua. Kebutuhan para atlet harus diperhatikan.

“Atlet mengancam jika tak diperhatikan mereka akan pindah ke provinsi lain. Bahkan saya dengar informasi ada dua atlet yang mengundurkan diri. Kabarnya pindah ke Papua Barat. Ini sudah fatal,” kata Yakoba Lokbere akhir pekan lalu.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Papua dan KONI perlu segera mencarikan solusi. Jangan sampai kondisi itu menggangu kesiapan atlet di PON Jawa Barat mendatang. Dana yang dianggarkan untuk PON harus dipergunakan sesuai peruntukkannya.

“Kalau tidak, kosentrasi atlet akan terganggu. Kalau begitu apa yang diharapkan. Atlet harus diperhatikan. Jangan lagi ada keluhan. Atlet-atlet juga dipersiapkan untuk PON 2020, ketika Papua tuan rumah,” ucapnya.

Katanya, jika bicara kualitas atlet, Papua punya potensi yang menjanjikan. Kini bagaimana pemerintah dan panitia yang sudah dibentuk memperhatikan dan memotivasi atlet. Perlu ada langkah kongkrit yang dilakukan.

“Kalau atlet banyak kendala, bagaimana mereka bisa berprestasi. Pasti hasilnya tak sesuai harapan. Satgas juga perlu dievalusi. Jangan sampai karena ada kepentingan sehingga merugikan atlet,” katanya.

Anggota Komisi V DPR Papua, Jack Kamasan Komboy mengatakan, prihatin dan sedih dengan aksi para atlet itu. Ini bahan evaluasi dan perlu diseriusi pihak terkait. Jangan lagi atlet demo menuntut hak-hak mereka dan menyuarakan berbagai kendala yang dihadapi.

“PON tinggal berapa bulan lagi. Tapi kondisi kini masih amburadul. Target apa yang akan dicapai. Ini tak bisa dibiarkan,” kata Jack.

Menurutnya, jika kondisi seperti itu terjadi, ia tak yakin Papua bisa berprestasi pada PON XIX mendatang. Kini para atlet mengeluh. Mereka belum mendapatkan peralatan umum dan khusus. Jika atlet tak ditujang peralatan bagaimana mau bicara prestasi.

“Kalau atlet sudah demo, bagaimana atlet bisa berprestasi. Intinya saya minta segera pencanangan PON 2016 dan evaluasi,” ucapnya. (*)

Editor : dominggus
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Komisi V DPRP: Jangan Lagi Ada Demo Atlet