Suku Korowai Ingin Punya Kabupaten Sendiri

share on:
Ketua Tim Pemekaran Kabupaten Boven Digoel, Ismail Murumery – Jubi/Frans L. Kobun
Ketua Tim Pemekaran Kabupaten Boven Digoel, Ismail Murumery – Jubi/Frans L. Kobun

Boven Digoel, Jubi – Masyarakat Suku Korowai yang tersebar Kabupaten Boven Digoel, Mappi, Asmat dan Yahokimo dengan jumlah jiwa sekitar 45.000 jiwa menginginkan pemekaran kabupaten.

Mereka meminta agar Korowai menjadi kabupaten otonomi baru sebab tidak adanya sentuhan dan pelayanan baik dari pemerintah untuk bagaimana membangun masyarakat dari berbagai aspek.

Ketua Tim Pemekaran Kabupaten Korowai Raya, Ismail Murumery saat ditemui Jubi Senin (11/4/2016) mengatakan, secara umum, masyarakat Suku Korowai yang tinggal dan hidup di beberapa kabupaten itu, hampir tidak pernah diperhatikan dengan baik oleh pemerintah. Kehidupan mereka dari tahun ke tahun, stagnan atau berjalan di tempat.

Melihat kondisi seperti demikian, jelas Ismail, sejak tahun 2010 silam ia bersama beberapa teman lain, bergerak mengurus berbagai administrasi termasuk menjaring aspirasi masyarakat, mendapatkan rekomendasi dari Mantan Bupati Boven Digoel, Yesaya Merasi.

“Kami sudah mengantongi rekomendasi itu dan nantinya akan bertemu kembali Bupati dan Wakil Bupati Boven Digoel, Benediktus Tambonop-Chaerul Anwar setelah pelantikan dan meminta rekomendasi lagi. Sehingga memperjuangkan ke tingkat provinsi hingga pusat untuk pemekaran Kabupaten Korowai Raya,” katanya.

Menyangkut persiapan sumber daya manusia (SDM), katanya, tidak ada persoalan. Selain itu didukung oleh sumber daya alam (SDA) yang sangat menunjang  seperti emas, batu bara, nikel serta uranium. Jadi, begitu kabupaten sudah sah menjadi daerah otonom, maka berbagai SDA akan dikelola dengan baik demi kesejahteraan masyarakat.

Ditambahkan, pemekaran Kabupaten Koroway Raya adalah murni aspirasi masyarakat dan tidak karena kepentingan elit tertentu. Semua itu semata-mata melihat kehidupan masyarakat yang jauh dari sentuhan pemerintah.

Sedangkan Ketua Tim Pemekaran Kabupaten Muyo Mandobo, Martinus Torip mengaku, perjuangan pemekaran daerah tersebut, tetap akan dilakukan terus. “Saya sudah lama berjuang agar Muyu Mandobo terpisah dari kabupaten induk Boven Digoel,” katanya.

Perjuangan yang dilakukan, jelas dia, semata-mata karena melihat kehidupan masyarakat yang tidak pernah maju. Selain itu, sulitnya pelayanan oleh pemerintah, karena topografi wilayah juga. “Nah, solusi satu-satunya adalah Muyu Mandobo harus  berdiri sendiri, sehingga masyarakat bisa disentuh dengan baik dari semua aspek pembangunan,” katanya. (Frans L. Kobun)

Editor : TIMOTEUS MARTEN
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Suku Korowai Ingin Punya Kabupaten Sendiri