AEKI Lampung Harap Peran Pemerintah Lebih Besar Bantu Ekspor Kopi

share on:

Kopi-LuwakBandarlampung, Jubi – Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Provinsi Lampung mengharapkan para perajin kopi luwak di daerah itu meningkatkan produksi dan mutunya karena hingga saat ini permintaan kopi kategori premium tersebut tetap tinggi.

“Perajin kopi luwak Lampung dapat meningkatkan produksi maupun mutu, termasuk mencari pangsa ekspor sehingga permintaan atas kopi premium itu tinggi,” kata Ketua Kompartemen Renlitbang AEKI Lampung Muchtar Lutfie di Bandarlampung, Selasa (12/4/2016).

Selain itu, katanya, peran pemerintah daerah juga dibutuhkan untuk mempromosikan kopi bernilai jual tinggi tersebut ke sejumlah negara, antara lain melalui pameran dan penyebaran pamflet.

Dia mengakui hingga saat ini ekspor kopi luwak dari Provinsi Lampung masih rendah mengingat produksi dan mutunya yang terus menurun. Namun demikian permintaan atas kopi kategori premium tersebut masih tinggi,

Berdasarkan data dari Dinas Perdagangan Provinsi Lampung, katanya, ekspor kopi luwak pada Maret 2016 hanya senilai 225 dolar Amerika Serikat dengan volume 0,005 ton.

Berdasarkan data itu, perajin kopi luwak Lampung masih kalah dengan produksi sejenis dari daerah lain, seperti di Jawa Timur.

“Permintaan atas kopi luwak Lampung masih tinggi, namun saingannya makin berat karena kopi luwak tak hanya diproduksi di wilayah Lampung,” kata salah satu pengusaha kopi luwak, Gunawan, di Liwa Kabupaten Lampung Barat, sekitar 246 km barat Bandarlampung, beberapa waktu lalu.

Ia menyebutkan harga kopi luwak di Liwa mencapai Rp600.000/kg, namun harganya bisa turun jadi Rp500.000/kg jika pembelian dalam partai besar. Harga kopi premium itu di Bandarlampung mencapai Rp700.000/kg dan di Jakarta mencapai Rp1,2 juta/kg.

Menurut dia, mereka sejauh ini masih sulit mengekspor kopi luwak, dan sebagian dari mereka belum berhasil didapatkan sertifikasi mutu untuk ekspor kopi luwak.

“Kami tak tahu cara mengekspor, semestinya pemerintah membantu kami. Dalam hal mutu, pemerintah semestinya membantu menentukan standar melalui sertifikasi,” katanya.(*)

Editor : Zely Ariane
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  AEKI Lampung Harap Peran Pemerintah Lebih Besar Bantu Ekspor Kopi