Larangan Miras di Papua, Rezim Hukum dan Komoditas Politik

share on:
Ilustrasi: Ribuan Botol Miras Yang Tersimpan Dalam Puluhan Karton Hasil Sitaan Tim Gabungan Provinsi Papua - Jubi/Alex
Ilustrasi: Ribuan Botol Miras Yang Tersimpan Dalam Puluhan Karton Hasil Sitaan Tim Gabungan Provinsi Papua – Jubi/Alex

Wali Kota Jayapura menyebut razia ini sebagai tindakan berlebihan, bergaya preman, melanggar aturan dan tidak pada kapasitasnya. Pengusaha miras mengancam untuk mempidanakan Gubernur Provinsi Papua atas kebijakannya merazia gudang miras milik para pengusaha miras di Kota Jayapura. Tapi Gubernur Papua tampaknya tidak gentar. Ia mempersilahkan mereka yang mau menggugat kebijakannya ini jika dianggap bertentangan dengan peraturan yang ada. Polemik miras ini mungkin akan terus bergulir dan berubah menjadi komoditas politik.

Baca Perda Miras Provinsi Papua Resmi Diberlakukan

Baca Gubernur : Jangan Coba-Coba Bawa Miras ke Papua

Baca Wali Kota Sesalkan Tindakan Pemprov Melakukan Razia Miras

Baca Gubernur : Silahkan Saja yang Mau Menuntut? Saya Tidak Takut!

Perang Alkohol di AS

Baiknya kita tinggalkan dulu kemungkinan polemik miras ini terus bergulir ataupun menjadi komoditas politik ini. Kita simak saja sejarah bangsa Amerika Serikat (AS) yang pada 180 tahun lalu berjuang mengatasi masalah alkohol. Pada tahun 1920, Amerika Serikat (AS) menerbitkan Undang-Undang larangan Minuman Keras, tepatnya 16 Januari 1920. Pada tanggal ini Kongres AS mengeluarkan The 18th Amendment, yang berisi larangan memproduksi, mendistribusikan, dan menjual minuman beralkohol. Undang-undang ini melalui proses yang sangat panjang, diawali oleh gerakan anti alkohol yang dipelopori kalangan Methodist, pada tahun 1840-an. Pada tahun 1850, gerakan ini sempat tenggelam. Namun tahun 1880 -an, gerakan ini muncul bersama gerakan pemurnian yang digalang Prohibition Party (yang berdiri pada 1869) dan para perempuan aktivis Christian Temperance Union (yang berdiri 1874). Berdirinya Liga Anti Saloon (bar yang memproduksi minuman beralkohol) menguatkan gerakan ini. Inilah tiga organisasi yang memperjuangkan undang-undang pelarangan alkohol di AS. Mereka lah yang berpendapat, alkohol yang saat itu dikuasai oleh imigran Italia, Irlandia dan Afro Amerika merusak bangsa Amerika.

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Larangan Miras di Papua, Rezim Hukum dan Komoditas Politik