Larangan Miras di Papua, Rezim Hukum dan Komoditas Politik

share on:
Neon box toko Miras "Noken 88" di kawasan Jl. SPG, Perumnas 1, Waena, Kota Jayapura, Sabtu (27/02/2016) - Jubi/Abeth
Neon box toko Miras “Noken 88” di kawasan Jl. SPG, Perumnas 1, Waena, Kota Jayapura, Sabtu (27/02/2016) – Jubi/Abeth

The 18th Amendment meski mendapatkan dukungan luas, tak bisa menghalangi tumbuhnya kriminalitas lainnya. Penyelundupan minuman beralkohol dan korupsi malah merajalela. Penemuan mesin pendingin saat itu membuat Saloon semakin menjamur. Minuman keras tidak lagi sampai ke tangan konsumen dalam botol, melainkan langsung mengalir dari tangki pendingin ke gelas. Larangan ini telah mensulap bisnis alkohol menjadi sebuah bisnis yang sangat mahal yang otomatis membuat harga minuman beralkohol melambung tinggi.

Tiba-tiba saja bermunculan industri penyulingan alkohol di rumah-rumah. Mereka menjualnya dalam skala kecil. Tapi memberikan keuntungan besar pada distributor yang menjalankan praktek ilegal bisnis ini. para pelaku praktek semakin paham bahwa industri penyulingan yang dijalankan di rumah-ruman ini lebih menguntungkan daripada industri alkohol pabrik.

Al Capone, adalah salah satu mafia yang hadir dalam masa ini. Ia mengendalikan penyelundupan alkohol dari Mexico, Kanada dan Eropa. Ia juga yang mengawali praktek resep dokter untuk minuman beralkohol dari pabrik dan wine. Siapa yang mengendalikan para senator untuk membuat celah pada aturan hukum? Al Capone juga. Dan tidak bisa dilupakan juga, pada saat itu, rakyat Amerika sedang dalam masa sulit, setelah Perang Dunia I. Larangan ini benar-benar menumbuhsuburkan kriminalitas karena pada saat yang sama, aparat penegak hukum sangat terbatas dan gaji mereka sangat rendah. Korupsi dan suap menjadi hal yang jamak terjadi pada saat itu.

Kebijakan Tidak Populer Tapi Melahirkan Rezim Hukum yang Kuat

Meski dalam awal The 18th Amendment diterapkan diterapkan, peredaran alkohol turun 30 persen, namun Coolleen Graham dalam artikelnya, “The United States Prohibition of Alcohol 1920-1933″ mencatat, dalam tiga tahun pertama jumlah konsumen alkohol justru meningkat 30 persen. Ia juga mencatat bahwa jumlah perempuan yang mengkonsumsi alkohol bertambah. The 18th Amendment pada akhirnya dihapus pada tahun 1933. The21st Amendment yang diterbitkan untuk menghapuskan The 18th Amendment menjadi Undang-Undang pertama yang menghapus Undang-Undang sebelumnya dalam sejarah AS.

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Larangan Miras di Papua, Rezim Hukum dan Komoditas Politik