Legislator Papua: Tantangan Besar Bagi Para Kepala Negara MSG dan PIF

share on:
Aparat Kepolisian sedang mengarahkan massa aksi di lampu merah Waena, Kota Jayapura, Rabu (13/04/2016) - Jubi/Abeth You
Aparat Kepolisian sedang mengarahkan massa aksi di lampu merah Waena, Kota Jayapura, Rabu (13/04/2016) – Jubi/Abeth You

Jayapura, Jubi – Legislator Papua, Laurenzus Kadepa menilai, selama ini negara Indonesia dan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) mengadu diplomasi untuk menarik perhatian dari negara- negara anggota Melanesian Spearhead Group (MSG) dan Pasific Island Forum (PIF).

“NKRI melakukan diplomasi dengan uang miliaran, dibungkus dengan modus bantuan musibah di Fiji. Terus di Papua polisi Indonesia terus membatasi dan mengancam serta menangkap para aktivis pro ULMWP dalam melakukan kegiatan dukungan pada ULMWP,” kata Laurenzus Kadepa kepada Jubi via pesan singkat, Kamis (14/04).

Kadepa yang juga anggota Komisi I DPR Papua mengatakan, sementara di pihak ULMWP bangun kesatuan, kekuatan dan turun jalan yang telah dimediasi oleh seluruh organ entah dari  mahasiswa, adat, gereja bahkan oleh KNPB.

“Menunjukan bahwa ULMWP adalah wadah perwakilan orang Melanesia di dua Provinsi ( Papua dan Papua Barat) mau bebas dari segala bentuk kejahatan yang diterapkan bertahun-tahun oleh Indonesia,” jelas politisi Partai NasDem ini.

Dengan melihat situasi ini, menurut Kadepa yang berasal dari Daerah Pemilihan III Papua, orang Papua merupakan satu keluarga dengan sesamanya yang juga sama-sama ras Melanesia yang ada di negara-negara Pasifik.

Namun, lanjutnya dalam mengadu kekuatan ini apakah ULMWP atau Indonesia yang akan menjadi full member di MSG.

“MSG didirikan untuk bangsa Melanesia, bukan di luar dari Melanesia. Mari kita tunggu,” paparnya.

Ketua Komite Nasional West Papua (KNPB) Pusat, Victor Yeimo usai demonstrasi damai mengatakan, pihaknya berikrar melalui wakil resmi perjuangan bangsa Papua, yakni United Liberation Movement for West Papua(ULMWP) untuk menjadi anggota penuh di dalam organisasi sub regional, yakni Melanesian Spearhead Group (MSG).

“Dengan demikian kami menyatakan organisasi bentukan Jakarta, yakni Melanesian Indonesia (Melindo) sebagai organisasi yang tidak mewakili kami rakyat West Papua, sehingga kami menolak dengan tegas tawarannya menjadi anggota penuh di MSG,” tutur Victor Yeimo. (*)

Editor : dominggus
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Legislator Papua: Tantangan Besar Bagi Para Kepala Negara MSG dan PIF