Tim Monitoring MABESAD Cek Lokasi Area Cetak Sawah di Nabire

share on:
Tim monitoring MABESAD dan beberapa Perwira Kodim 1705/Paniai saat melihat areal cetak sawah di Kampung Wadio SP 3 Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Papua – Jubi/Munir
Tim monitoring MABESAD dan beberapa Perwira Kodim 1705/Paniai saat melihat areal cetak sawah di Kampung Wadio SP 3 Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Papua – Jubi/Munir

Nabire, Jubi – Tim Monitoring Markas Besar Angkatan Darat (MABESAD), Kolonel Inf. Rahman Rianto yang didampingi Asisten Teritorial Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf. Widjanarko, serta Kazidam  XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf. Sujadi melakukan pengecekan Area Cetak Sawah seluas 1.000 Hektar yang berlokasi di 7 (tujuh) Desa yang terletak di Distrik Wanggar, Distrik Uwapa dan Distrik Makimi, Rabu (13/4/2016) siang.

Sebelum melakukan monitoring ke lokasi Area Cetak Sawah, Komandan Denzipur 12/OHH Nabire, Mayor CZI, Yoga Febrianto, SH yang diwakili oleh, Wakil Komandan Denzipur 12 /OHH, Kapten CZI. Sugianto selaku Koordinator Pelaksana Lapangan (Korlaklap), melakukan pertemuan dan pemaparan di hadapan Tim Monitoring, terkait Lokasi Area Cetak Sawah yang telah dikerjakan oleh Anggota TNI – AD.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Dandim 1705/Paniai, Letkol Arh. Yulian Iskandar, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Nabire, Amon Rumatrai, sejumlah Perwira di jajaran TNI – AD yang berada di wilayah Kodim 1705/Paniai.

Tim Monitoring MABESAD, Kolonel Inf. Rahman Rianto, kepada wartawan, mengatakan program Area Cetak Sawah yang telah diprogramkan oleh Presiden RI adalah program kerjasama Kementerian Pertanian dan TNI- AD  selaku pelaksana tugas pembukaan areal cetak sawah.

Selaku Tim Monitoring dari MABESAD ingin melakukan pengecekan langsung ke lapangan areal cetak sawah yang telah dikerjakan oleh personil TNI- AD.

“Jadi kami datang untuk melihat, apakah program yang direncanakan ini sudah tercapai atau menyimpang, tinggal kita lihat nanti. Dan Tim Monitoring inilah yang akan meluruskan,” katanya.

“Jadi kami melihat lokasinya, apakah pantas areal ini di jadikan areal cetak sawah atau tidak, karena area ini akan diberikan kepada masyarakat untuk mengelolanya, sebab kami (TNI-AD) hanya sebatas membuka lahan, sedangkan yang menanam nanti adalah masyarakat yang mempunyai lahan tersebut,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Asisten Teritorial Kodam XVII Cenderawasih, Kolonel Inf. Widjanarko mengatakan target 1000 Hektar sawah di wilayah Kodim 1705/Paniai.

“Apalagi, tahun ini Indonesia harus mampu mempersiapkan 4 juta Ton beras, untuk kebutuhan rakyat Indonesia,” ungkapnya.

Koordinator Pelaksana Lapangan (Korlaklap), yang di wakili oleh Wadandenzipur12/OHH Nabire, Kapten CZI. Sugiyanto mengatakan pembukaan Area Cetak Sawah yang di kerjakan oleh TNI-AD dari Detazemen Zipur 12/OHH di Nabire sebanyak 1000 hektar menemui beberapa kendala, diantaranya vegetasi hutan berat dan juga tingginya curah hujan di Kabupaten Nabire

“Sebagian lahan cetak sawah terdapat rawa, kodal cukup sulit karena lokasi tersebar dan sinyal tidak ada, personel satuan terbatas, sehingga menggunakan operator sipil, sebagian lahan merupakan hutan lindung, sehingga perlu Survei, Investigasi dan Desain (SID), khususnya di Distrik Nabire Barat Desa Wadio SP 3 sebagian warganya membatalkan lahannya digunakan Area Cetak Sawah,” ujarnya.

Kini Areal Cetak Sawah yang telah dikerjakan oleh TNI – AD di wilayah Kodim 1705/Paniai sudah mencapai 300 Hektar dari target keseluruhan 1000 hektar.

“Ada beberapa kendala, diantaranya faktor teknis diantaranya, kondisi alam atau curah hujan, kemudian pemenuhan personil dan kondisi wilayah pekerjaan yang mana, mayoritas merupakan vegetasi hutan berat,” ujarnya. (Munir)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Tim Monitoring MABESAD Cek Lokasi Area Cetak Sawah di Nabire