Sebagian Besar Lahan Masyarakat di Boven Digoel Telah Dijual Ke Perusahaan

share on:
Masyarakat Boven Digoel saat menyambut Gubernur Papua dengan tarian adat beberapa hari lalu. Jubi/Frans L Kobun
Masyarakat Boven Digoel saat menyambut Gubernur Papua dengan tarian adat beberapa hari lalu. Jubi/Frans L Kobun

Boven Digoel – Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe menegaskan, sebagian besar lahan milik masyarakat di Kabupaten Boven Digoel, telah dijual ke perusahaan-perusahaan untuk berbagai kegiatan investasi. Namun sayangnya, setelah izin usaha didapatkan, justru tak ada aktivitas yang dilaksanakan.

Penegasan itu disampaikan Gubernur Papua dalam sambutannya pada pelantikan Bupati-Wakil Bupati Boven Digoel, Benediktus Tambonop-Chaerul Anwar beberapa hari lalu. “Saya sudah memegang dokumen-dokumen terkait penjualan tanah yang dilakukan di daerah ini. Persoalan yang terjadi adalah ketika investor mendapatkan izin dimaksud, justru digunakan dan atau dimanfaatkan untuk investasi di daerah lain,” ujarnya.

Gubernur Papua mengatakan hanya PT Korindo melakukan aktivitas di beberapa daerah termasuk Asiki. “Saya meminta kepada masyarakat agar menjaga sisa lahan yang ada dan tidak boleh dijual kepada siapapun juga,” pintanya.

Jika ada keinginan measyarakat untuk menginvestasikan lahannya, Gubernur Papua meminta agar dibuatkan kontrak bersama soal lamawaktu lahan akan digunakan perusahaan. Setelah selesai masa waktunya, dikembalikan kepada pemiliknya. Itu yang harus dilaksanakan, sehingga tanah yang ada tidak hilang.

Gubernur juga mengharapkan kepada para tokoh adat di Kabupaten Boven Digoel agar terus mengingatkan masyarakat tidak menjual tanah secara sembarangan kepada perusahaan. Karena jika dijual, otomatis, kelak tak ada warisan yang bisa diteruskan kepada anak cucu. (*)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Sebagian Besar Lahan Masyarakat di Boven Digoel Telah Dijual Ke Perusahaan