12 Satwa Endemik Papua Dilepas, 90 Satwa Lainnya Masih Stres

share on:
Tiga ekor kakaktua jambul kuning dan sembilan ekor nuri kepala hitam yang dilepas BKSDA Papua Barat ke habitatnya setelah digagalkan dari penyelundup – Jubi/Niko
Tiga ekor kakaktua jambul kuning dan sembilan ekor nuri kepala hitam yang dilepas BKSDA Papua Barat ke habitatnya setelah digagalkan dari penyelundup – Jubi/Niko

Sorong, Jubi – Kepala BKSDA Papua Barat, Agung Setyabudi melepas dua jenis burung endemik Papua, di antaranya tiga ekor kakaktua jambul kuning dan sembilan ekor nuri kepala hitam ke habitatnya.

Pelepasan satwa liar, Jumat (15/4/2016) merupakan rangkaian acara Gerakan Nasional Penyelamatan Tumbuhan dan Satwa Liar, yang dimulai di pulau Pramuka Kepulauan Seribu oleh Presiden Joko Widodo.

Menurut Agung ada dua jenis burung yang berhasil disita, sedangkan yang lainnya, sekitar 90 ekor berada dalam karantina yang dikategorikan masih stres. Oleh karena itu, ia berharap masyarakat Sorong menjaga kelestarian alam, termasuk semua ekosistemnya.

Pelepasan dua satwa endemik itu setelah Aparat Balai Konservasi dan Sumberdaya Alam (BKSDA) Papua Barat dan Satreskrim Polres Sorong Kota berhasil menggagalkan penyelundupan satwa endemik di Biswesen, Distrik Sorong Barat, Kota Sorong.

Jenis-jenis satwa yang disita aparat dari penyelundup, Jumat (15/4/2016) yaitu, kakatua, elang putih, kura-kura, ular, buaya dan biawak.

Kasat Reskrim Polres Sorong Kota, AKP Dodi Pratama mengatakan penangkapan ini akan di kembangkan apakah ada ada jaringan lain. Karena itu, saksi dan pemiliknya diperiksa untuk diselidiki.

Perwakilan BKSDA Papua Barat, Sutioso mengatakan setelah pengaman ini barang bukti beserta tersangka akan diserahkan ke pihak kepolisian untuk diselidiki lebih lanjut .

“Barang bukti akan ditampung di kandang BKSDA untuk selanjutnya dilepas kembali ke hutan,” kata Sutioso. (Niko MB)

Editor : TIMOTEUS MARTEN
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  12 Satwa Endemik Papua Dilepas, 90 Satwa Lainnya Masih Stres