Ketua DPD Gerindra Papua Warning Kader Partai yang Tak Loyal

share on:
Ketua Harian DPP Gerindra, Laksamana Madya TNI (Purn) Moekhlas Sidik Ketika Memukul Gong pada Pembukaan Rapimda DPD Gerindra Papua di Posko Pemenangan Gerindra Papua, Sabtu (16/4/2016) - Jubi/Arjuna
Ketua Harian DPP Gerindra, Laksamana Madya TNI (Purn) Moekhlas Sidik Ketika Memukul Gong pada Pembukaan Rapimda DPD Gerindra Papua di Posko Pemenangan Gerindra Papua, Sabtu (16/4/2016) – Jubi/Arjuna

Jayapura, Jubi – Ketua DPD Gerindra Papua, Yanni mewarning para pengurus dan kader partai berlambang kepala Garuda emas di Papua yang dianggap tak loyal kepada partai.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua III DPR Papua tersebut ketika membuka Rapat Pimpina Daerah (Rapimda) DPD Gerindra Papua yang berlangsung di Posko Pemenangan Gerindra, Jalan Tasangka Pura, Sabtu (16/4/2016) siang hingga malam hari.

Menurut Yanni, Rapimda sebagai forum koordinasi, konsultasi  dan pengambilan keputusan tertinggi dibawah Musyawarah Daerah (Musda). Rapimda bertujuan menjabarkan kebijakan-kebijakan partai yang telah diputuskan ditingkat Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas), sekaligus  bertujuan mengurai berbagai permasalahan internal partai baik di tingkat  DPD maupun DPC.

“Seluruh peserta Rapimda wajib melaksanakan apa yang jadi keputusan Rapimda. Hal ini perlu saya sampaikan mengingat masih banyak diantara  kader dan pengurus, baik DPD maupun DPC yang  belum menunjukan  loyalitas dan tanggungjawab dalam mengelola serta menjalankan fungsi partai sebagaimana yang diharapkan,” kata Yanni.

Katanya, diantara kader dan pengurus yang  masih menjadikan partai  hanya sekedar tumpangan politik sesaat untuk mencapai tujuan politik jangka pendek. Setelah tujuan politiknya tercapai, partai dicampakkan begitu saja, apalagi jika tujuan politiknya tidak tercapai.

“Untuk itulah, salah satu agenda penting dibahas dalam rapimda ini adalah  konsolidasi partai yang meliputi konsolidasi program, struktur dan personalia. Konsolidasi partai merupakan kebutuhan yang sangat menentukan eksistensi partai saat ini maupun kedepan. Apalagi kita sedang menghadapi Pilkada serentak gelombang kedua pada 2017 dan Pilkada gelombang ketiga pada 2018,” ucapnya.

Dikatakan, terlepas dari agenda Pilkada, akan masuk pada agenda politik nasional lima tahunan yakni Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019. Untuk itulah  DPD Gerindra Papua melaksanakan Rapimda serta pelantikan organisasi sayap partai yakni Perempuan Indonesia Raya (PIRA) dan Kesehatan Indonesia Raya (KESIRA). Ini bagian dari upaya memperkuat infrastruktur partai sehingga kedepan  capaian politik Gerindra di Papua bisa lebih maksimal dan sesuai target.

“Kalau pada Pileg 2014,  Derindra mampu meraih satu kursi DPR RI dari sebelumnya tidak ada, enam kursi DPR Papua dari sebelumnya hanya satu kursi dan kursi di DPRD kabupeten/kota se Papua kini 68 kursi dari sebelumnya hanya 17 kursi. Kedepan Gerindra  Papua bertekad melipatgandakan perolehan kursi disemua jenjang lembaga legislative,” katanya.

Dalam Pilkada 2015, kader Gerindra bisa duduk sebagai Wakil Bupati Merauke, mendatang ia bertekad  mengusung lebih banyak lagi kader potensial untuk bersaing dalam Pilkada mendatang. Baik sebagai calon kepala daerah maupun calon wakil kepala daerah.  Namun demikian bukan berarti semua kader harus dimajukan sebagai calon, tetapi kader yang benar-benar memiliki potensi dan kesiapan yang sungguh-sungguh, bukan  secara dadakan.

“Tujuannya  bukan hanya merebut kekuasaan semata, tetapi agar Gerindra dapat berbuat demi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat. Khususnya  untuk pengurus  Kesira dan Pira yang baru saja dilantik, saya berpesan agar amanah dan kepercayaan yang diberikan dapat dijaga dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggungjawab,” imbuhnya.

Ketua Harian DPP Gerindra, Laksamana Madya TNI (Purn) Moekhlas Sidik yang hadir dalam Rapimda itu mengingatkan para kader dan pengurus partai agar berpikir menjadikan Prabowo Presiden pada Pemilu 2019.

“Semua fokuskan untuk merebut hati rakyat menjadikan Prabowo jadi Presiden. Pengalaman 2014, kita dicurangi. Kecurangan harus dihentikan, seppetri saksi harus dipercaya, banyak saksi abal-abal. Bagaimana menata struktur partai mulai DPD, DPC dan ranting, harus tahu dan mengkalkulasi suara,” kata Moekhlas Sidik.

Sementara Ketua Umum Dewan Pengurus PIRA, DR Sumarjati Arjoso, Skn mengatakan, PIRA adalah organisasi sayap Gerindra. Di Papua keberadaan PIRA sangat diperlukan apalagi keberadaan perempuan masih terpinggirkan.

“Saya pernah di Kementerian Sosial dan BkkbN. Memang masih banyak sekali kematian ibu terutama di Papua. Masih banyak masalah kesehatan anak dan sebagainya. PIRA dan KESIRA harus bekerja keras. Di sini sudah ada Klinik KESIRA dan itu semua masih gratis dan dibiayai DPD Gerindra Papua,” kata Arjoso. (*)

*Berita Ini Kerjasama Jubi dengan DPD Gerindra Papua*

Editor : dominggus
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Ketua DPD Gerindra Papua Warning Kader Partai yang Tak Loyal