Mubin: Legislator Terlibat Jual Beli Lapak Pasar Harus Diproses

share on:
Ilustrasi Pasar Gamalama, Ternate - harnas.co
Ilustrasi Pasar Gamalama, Ternate – harnas.co

Ternate, Jubi – Wakil Ketua DPRD Kota Ternate Maluku Utara, Mubin A Wahid, meminta legislator yang terlibat dalam jual beli lahan Pasar Gamalama harus diproses sesuai mekanisme yang berlaku di DPRD.

“Masyarakat yang merasa dirugikan agar laporkan oknum anggota DPRD Kota Ternate ke pimpinan DPRD dan bila terbukti, bisa dipecat,” katanya di Ternate, Minggu (17/4/2016).

Hal ini ia katakan menyusul adanya informasi oknum anggota DPRD yang terlibat dalam bisnis jual-beli lapak di Pasar Baru Gamalama, yang memanen protes dari ratusan pedagang di Pasar Gamalama.

Dia menyatakan, kalau ada anggota DPRD melakukan tindakan tersebut, berarti yang bersangkutan telah melanggar kode etik DPRD Kota Ternate.

Selain itu, setiap anggota DPRD dilarang tegas mengintervensi atau melakukan praktek-praktek diluar kewenangannya.

Ia minta bila ada indikasi oknum anggota DPRD melakukan praktek itu agar segera dilaporkan ke unsur pimpinan DPRD maupun Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Ternate.

“Kalau ada indikasi oknum Komisi II melakukan praktek jual-beli lapak di pasar, saya minta agar warga masyarakat yang mengetahui persis hal itu segera melaporkan ke DPRD,” ujarnya.
Mubin menyatakan, masyarakat yang merasa dirugikan, tidak perlu takut melaporkan kepada unsur pimpinan DPRD untuk ditindaklanjuti, sebab praktek bisnis lapak ini merupakan bentuk pelanggaran kode etik DPRD.
Akibat perbuatan oknum anggota DPRD menjual belikan lapak kemudian masyarakat lain tidak mendapatkan tempat untuk berjualan, jadi baik yang dirugikan secara langsung maupun tidak langsung, karena itu sudah melanggar kode etik DPRD.(*)

Editor : Zely Ariane
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Mubin: Legislator Terlibat Jual Beli Lapak Pasar Harus Diproses