Paus Bawa 12 Pengungsi Suriah Sepulang dari Lesbos, Yunani

share on:
Paus sekitar lima jam di Lesbos, Kepulauan Yunani, Kredit: Reuters - www.itv.com
Paus sekitar lima jam di Lesbos, Kepulauan Yunani, Kredit: Reuters – www.itv.com

Jakarta, Jubi – Paus Francis membawa tiga keluarga pengungsi ke Roma pada Sabtu (16/4/2016), setelah mengunjungi kam pengungsian di Yunani, tempat terdepan krisis migrasi Eropa.

Para imigran menangis di kakinya, menciumi tangannya dan memohon pertolongan, demikian dilaporkan Reuters yang dipantau Jubi, Minggu (17/4/2016)

Di kompleks berpagar raksasa di kepulauan Aegean Lesbos itu, anak-anak dan orang dewasa berurai air mata dihadapan Gereja Katolik Roma.

Perjalanan para pengungsi ke Eropa terpaksa diperpendek oleh keputusan Uni Eropa memblokade rute yang selama ini digunakan jutaan orang-orang migran menjauh dari konflik sejak tahun 2015.

Saat perbatasan kini hampir seluruhnya ditutup bagi para migran, Paus Francis secara simbolis membawa sekelompok kecil pengungsi ke pesawatnya, setelah kunjungan sekitar lima jam ke pulau tersebut.

“Paus ingin menunjukkan posisinya dengan menerima para pengungsi, menemaninya ke pesawat terbang ke Roma,” demikian menurut pernyataan Vatican.

Mereka terdiri dari tiga keluarga dari Suriah, berjumlah 12 orang termasuk enam anak-anak, dan mereka semua umat muslim, jelasnya.

Paus menekankan bahwa ini adalah tindakan kemanusiaan, bukan politik. “Kalian tidak sendiri,” ujarnya.

Di dalam perjalanan kembali dari Lesbos ia bilang bahwa ide ini datang dari asistennya yang ia sambut tanpa ragu.

“Saya merasa seperti ada bisikan petunjuk yang bicara pada kami”, katanya. (*)

Editor : Zely Ariane
Sumber : Reuters
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Paus Bawa 12 Pengungsi Suriah Sepulang dari Lesbos, Yunani