Exco PSSI: Dulu Sebelum Kompetisi, Sudah Diketahui Tim Juara

share on:
Ilustrasi Persipura vs Perseru Dalam Laga Kompetisi Indonesia Super League (ISL) Musim 2014 - Jubi/Doc
Ilustrasi Persipura vs Perseru Dalam Laga Kompetisi Indonesia Super League (ISL) Musim 2014 – Jubi/Doc

Jayapura, Jubi – Exco PSSI, Roberto Rouw menyatakan, beberapa musim lalu, sebelum kompetisi mulai bergulir, sudah bisa diketahui tim mana yang akan juara.

Ia mempertanyakan berbagai pernyataan Menpora selama ini yang seakan-akan memojokkan pengurus PSSI kini. Katanya, pengurus PSSI kini semua masih baru. Kepengurusan baru terbentuk.

“Masih baik kami benahi. Sudah lebih baik dari yang dulu. Dulu kompetisi belum jalan orang sudah tahu siapa yang akan juara,” kata Roberto Rouw menjawab pertanyaan Jubi, Senin (18/4/2016).

Ia menyebut, dimusim-musim sebelumnya, ketika itu PT. Liga bisa diatur. Ketika pihaknya masuk dalam pengurus PSSI, langsung meminta komite wasit diambil alih pihaknya. Tidak lagi dibawahi PT. Liga.

“Jamannya dulu, Djoko Driyono (Direktur PT. Liga) juga itu diatur habis-habisan. Setelah komite wasit kami ambil alih, mereka tidak bisa atur lagi. Kami tahu semua di dalam situ. Dulu urusan kontrak Djoko semua yang atur. Ada apa Djoko?” ucapnya.

Ia juga menyebut, meski berbagai turnamen yang sudah digelar dan akan digelar setelah pembekuan PSSI diberi dana hingga miliaran rupiah, namun turnamen itu abal-abal. Muaranya tak jelas akan kemana.

“Turnamen yang abal-abal saja ini bisa dikasi Rp. 5 miliar, dulu tidak. Orang tak tahu dengan bangganya ngomong. Kalau tidak tahu tanya kepada yang tahu. Dulu kami harus tanggungjawab Timnas dan lainnya. Pemerintah tak keluarkan duit satu senpun. Divisi Utama disubsidi Liga Super. Turnamen sekarang kan dibagi-bagi. Tapi apakah mau turnamen terus?” katanya.

Tim transisi lanjut dia, pernah datang ke PSSI. Pengurus organisasi itu kemudian mempresentasikan berbagai hal. Tim transisi hanya diam dan pulang.

“Semua diam, pulang. Yang audit kami dari FIFA kok, bukan dari Indonesia. Duit dari FIFA, bukan dari pemerintah. Terus mau suruh audit? Gak kasi duit kok mau audit. Yang audit yang kasi duit,” imbuhnya.

Salah satu warga Kota Jayapura, pendukung Persipura, Yoel Matui berharap, polemik sepakbola Indonesia segera berakhir dan kompetisi resmi yang diakui FIFA segera digulirkan.

“Kalau kompetisi yang digelar tak diakui FIFA dan AFC, muaranya nanti tidak jelas. Yang diinginkan masyarakat dan pendukung klub, juara di kompetisi Indonesia bisa main di AFC,” kata Yoel.

Menurutnya, dalam beberapa musim terakhir, Persipura adalah tim Indonesia yang selalu aktif tampil di AFC sejak 2009 lalu. Namun kondisi sepakbola Indonesia kini menjadi hambatan klub-klub Indonesia bermain di AFC, termasuk Persipura. (*)

 

Editor : dominggus
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Exco PSSI: Dulu Sebelum Kompetisi, Sudah Diketahui Tim Juara