Legislator Papua Khawatir Pembangunan Hotel Atria Akan Bermasalah

share on:
Anggota DPR Papua, Rustam Saru - Jubi/Doc
Anggota DPR Papua, Rustam Saru – Jubi/Doc

Jayapura, Jubi – Legislator Papua, Rustam Saru khawatir pembangunan Hotel Atria yang kini berlangsung di lahan milik Perusahaan Daerah Irian Bhakti (PD IB) di Jalan Ahmad Yani, Kota Jayapura akan bermasalah.

Kekhawatiran anggota Komisi III DPR Papua bidang aset daerah itu muncul lantaran hingga kini aset PD IB belum selesai diaudit. Audit salah satu proses yang harus dilakukan dalam rangka penggabungan perusahaan milik BUMD itu ke Holding Company di bawah PT. Irian Bhakti Mandiri (PT.IBM)

“Sesuai Perda yang sudah disahkan, PD IB selaku BUMD sudah digabung ke PT IBM. Asetnya akan dialihkan ke PT IBM. Makanya PD IB harus melakukan audit untuk mengetahui jumlah asetnya. Jika kini ada aktivitas dalam aset PD IB yang belum selasai diaudit, termasuk lahan untuk pembangunan hotel itu, saya khawatir nanti akan bermasalah,” katanya di Kota Jayapura, Senin (18/4/2016).

Selain itu, dalam rapat koordinasi Komisi III dengan pihak PD IB beberapa waktu lalu, belum disepakati berapa lama lahan itu akan dikontrak pakai oleh investor dan berapa nilai kontribusi dari pengusaha kepada Pemprov Papua. Hal itu dinilai penting agar ada kejelasan lama waktu pemakaian lahan serta pendapatan untuk Pemprov setempat.

“Ini harus disepakati bersama dulu. Semua aset Pemda yang terkait PD IB  hingga kini belum dilakukan audit. Kami harap Juli mendatang semua sudah selesai. Saya khawatir, kalau tak ada koordinasi dengan pihak PT IBM dan tim audit bisa jadi masalah di kemudian hari,” ucapnya.

Katanya, agar semua proses berjalan baik, semua harus melalui satu pintu, di bawah PT IBM. Untuk itu pembangunan hotel di lahan yang merupakan aset PD. IB perlu dikaji ulang.

“Jangan sampai jika ada transaksi dan tak tercatat di buku audit akan berbahaya. Jadi, sebelum transaksi harus melakukan penyatuan perusahaan agar aman,” katanya.

Wakil Ketua Komisi III DPR Papua, Agus Kogoya mengatakan, harusnya terlebih dahulu menunggu proses penggabungan PD IB dan PT IMB tuntas terlebih dahulu barulah aset-aset PD IB bisa dimanfaatkan untuk menjadi pendapatan daerah.

“Memang mungkin itu kedepan akan menguntungkan daerah. Tapi tetap saja kami butuh detailnya seperti apa,” kata Agus.

Menurutnya, perlu diperhitungkan untung ruginya kedepan. Jangan sampai ketika waktu berjalan, Pemprov Papua justru dirugikan. Hal-hal seperti inilah yang harus diperhitungkan matang. (Arjuna Pademme)

 

Editor : TIMOTEUS MARTEN
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Legislator Papua Khawatir Pembangunan Hotel Atria Akan Bermasalah