Penertiban Miras di Merauke Akan Ikuti Peraturan Presiden RI

share on:
Miras yang diamankan Polres Merauke beberapa waktu lalu. Jubi/Frans L Kobun
Miras yang diamankan Polres Merauke beberapa waktu lalu. Jubi/Frans L Kobun

Merauke, Jubi – Penertiban minuman keras (miras)  akan diikuti dengan Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2013  dan aturan di atasnya lagi. Penertiban juga  harus  melalui beberapa tahapan terlebih dahulu. Dimana, perlu dilakukan pertemuan bersama pengusaha miras, pengecekan terhadap izin yang digunakan serta mencari win-win solution.

Bupati Merauke, Frederikus Gebze kepada sejumlah wartawan Senin (18/4/2016) menjelaskan mengambil pendekatan secara kemanusiaan.

Bupati Freddy menegaskan penertiban miras tidak dilakukan secara anarkhis, sporadis serta tidak gegabah maupun ceroboh. Harus tetap menghormati mekanisme yang berlaku. “Kita juga meminta masyarakat melaporkan jika ada yang melakukan penimbunan miras akan ditindak secara tegas dapat dilakukan,” pintanya .

Khusus berkaitan dengan minuman keras jenis sopi, pihaknya akan melakukan operasi secara paksa untuk dimusnahkan. Tak bisa dipungkiri, banyak kasus kriminalitas yang terjadi di Kabupaten Merauke, sumbernya adalah orang meneguk sopi. “Kita akan melakukan pembasmian, lantaran saat memproduksi tak sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Gubernur Papua, Lukas Enembe dalam sambutannya pada pelantikan Bupati-Wakil Bupati Boven Digoel menegaskan, 25 persen orang asli Papua meninggal karena meneguk minuman keras. Olehnya, dengan pakta integritas yang telah ditandatangani bersama para bupati/wali kota, maka semua jenis minuman harus dibasmi dan tak boleh diperjualbelikan.

“Saya minta kerjasama yang baik antara pemerintah setempat bersama aparat TNI/Polri untuk melakukan pembasmian terhadap minuman keras baik lokal maupun dari luar, karena telah merenggut banyak nyawa, terutama orang asli Papua,” pintanya. (*)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Penertiban Miras di Merauke Akan Ikuti Peraturan Presiden RI