Puluhan Calon Ketua DPC Hanura Papua, Ikut Uji Kelayakan

share on:
Pengurus DPD Hanura Papua dan DPP Hanura - Jubi/Arjuna
Pengurus DPD Hanura Papua dan DPP Hanura – Jubi/Arjuna

Jayapura, Jubi – DPD Hanura Papua akan melakukan uji kelayakan terhadap 73 calon ketua DPC Hanura di 28 kabupaten dan satu kota di Papua, Selasa (19/4/2016). Proses seleksi ketua DPC seperti itu dilakukan untuk mendapat pimpinan DPC yang benar-benar berkualitas, loyal dan bisa berkontribusi terhadap partai.

Ketua tim penjaringan, Jack Kamasan Komboy mengatakan, penjaringan calon Ketua DPC di Papua sejak dilakukan sejak sebulan lalu. Dalam proses uji kelayakan, dihadiri Ketua seleksi DPP dan pengesahan calon ketua tim DPP, Wishnu Dewanto serta Sekjen Wilayah Maluku, Papua dan Papua Barat, Devi Indah Kartika.

“Semua proses sudah dilalui. Mulai dari pendaftaran hingga pengembalian berkas. Kini memasuki tahap uji kelayakan dan kepatutan. Dari 73 calon yang akan melalui tahapan itu, 90 persen diantaranya orang asli Papua,” kata Komboy.

Menurutnya, beberapa calon yang ikut ambil bagian diantaranya berlatar belakang tokoh masyarakat, pengusaha dan anggota DPR. Sama seperti partai lain, Hanura juga punya target pada Pilkada serentak 2017 dan 2018 mendatang serta Pemilu 2019. Untuk itu diperlukan pimpinan partai di daerah yang benar-benar punya kapasitas membesarkan partai.

Hal yang serupa dikatakan Wishnu Dewanto yang juga Ketua Bidang Organisasi DPP Hanura. Menurutnya, penjaringan tersebut tak hanya mengakomodir calon dari kader partai, namun juga kader non partai. Beberapa hal yang dijadikan ukuran dalam seleksi itu antar lain, loyalitas, kapasitas dan intergritas.

“Untuk non kader harus punya kemampuan dan konsisten berjuang bersama di Partai Hanura. Ini pesan politik kepada semua warga di Papua. Dari 73 calon, 45 merupakan calon non kader partai. Ini juga sarana evaluasi untuk DPC yang kinerjanya tak maksimal,” kata Wishnu.

Sementara Ketua DPD Hanura Papua, Yan Permenas Mandenas mengatakan, pihaknya menyesuaikan dengan standar partai dan perkembangan politik. Seleksi terbuka bertujuan mendapat potensi dari luar dan dari dalam partai yang memang bisa dipercaya sebagai ketua DPC. Tapi bukan berarti Ketua DPC kini tak memenuhi syarat.

“Ada wilayah yang memang jadi perhatian. Dan kami untuk mempercayakan ketua DPC di kemudian harus bisa menjalankan tugas dan tanggungjawab, loyal serta berkontribusi kepada partai dalam rangka pemenangan Pemilu 2019 mendatang,” kata Mandenas.

Katanya, dengan seleksi seperti itu, bisa diketahui calon yang punya kapasitas. Apalagi kondisi politik setiap daerah di Papua beda. Misalnya kawasan pesisir dan pegunungan. Hanura lanjut dia, tentu punya target agar perolehan kursi bisa merata di semua kabupaten/kota hingga provinsi pada Pemilu 2019 mendatang.

“Nantinya hasil uji kelayakan akan ditetapkan dan diusulkan ke DPD untuk disahkan. Kalau dua orang dari satu DPC akan di seleksi lagi. Kalau satu, langsung ditetapkan. Kami juga berupaya menghindari konflik pasca Muscab,” imbuhnya. (*)

Editor : dominggus
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Puluhan Calon Ketua DPC Hanura Papua, Ikut Uji Kelayakan