Biden: AS “Sangat Frustasi” Dengan Pemerintah Israel

share on:
U.S. Vice President Joe Biden (L) and Catherine Cortez Masto, a candidate for the U.S. Senate, greet people after he spoke at an event to bring awareness to sexual assault on college campuses in Las Vegas, Nevada April 7, 2016.  REUTERS/David Becker
Joe Biden, REUTERS/David Becker

Bandung, Jubi – Wakil Presiden AS, Joe Biden, Senin (18/4/2016) mengakui bahwa dirinya “ sangat frustasi” dengan pemerintah Israel dan menyatakan bahwa ekspansi sistematis pemukiman Israel akan mengarah pada “realitas satu-negara” yang berbahaya dan salah arah.

Dihadapan kelompok lobi J Street di Washington, ia mengatakan meski ketidaksetujuan dengan Israel terkait pemukiman atau kesepakatan nuklir Iran, AS punya kewajiban untuk tetap mendorong Israel pada solusi dua-negara demi mengakhiri konflik antara Israel dan Palestina.

“Kami memiliki tanggung jawab besar, meski kadang merasa sangat frustasi dengan pemerintah Israel, mendorong mereka sekuat mungkin pada satu-satunya solusi akhir yang mereka pun tahu, yaitu solusi dua-negara, sambil juga menjadi penjamin absolut bagi keamanan mereka.” kata Biden.

“Solusi dua-negara membayangkan sebuah Negara Palestina disebagian besar wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza, tanah yang diduduki Israel pada perang 1967; dan Negara Israel memperoleh beberapa wilayah pemukiman yang telah dibangun Israel atas tanah pendudukan sebagai ganti dari ‘tukar guling’ tanah yang disetujui dua belah pihak.” lanjutnya,

Biden mengatakan pertemuanya baru-baru ini dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas membuatnya berkecil hati atas prospek perdamaian saat ini.

“Tampaknya sementara ini tidak ada niat politik diantara Israel ataupun Palestina untuk dengan serius bernegosiasi lebih maju,” ujar Biden, “Kepercayaan yang diperlukan untuk berani beresiko demi perdamaiantelah  dipatahkan oleh dua belah pihak.”

Menurutnya baik Palestina maupun Israel perlu menahan retorika yang memicu kekerasan dan aksi-aksi yang menurunkan kepercayaan pada negosiasi.

Upaya Otoritas Palestina bergabung dengan pengadilan kriminal internasional “hanya merusak upaya saat ini dan membawanya lebih jauh dari jalan perdamaian,” katanya.

Di pihak Israel, Biden menyatakan bahwa “ekspansi sistematis dan terus menerus” pemukiman Yahudi di tanah pendudukan yang dikehendaki Palestina membuat “Israel bergerak ke arah yang salah.” (*)

Editor : Zely Ariane
Sumber : Reuters
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Biden: AS “Sangat Frustasi” Dengan Pemerintah Israel