Tuntaskan KIA, Dispendukcapil Gandeng Dinas Pendidikan

share on:
Penandatanganan nota komitmen bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dengan Dinas Pendidikan Kota Jayapura yang disaksikan Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano. Penandatanganan ini dilakukan untuk memperlancar pengurusan KIA di Kota Jayapura – Jubi/Enrico
Penandatanganan nota komitmen bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dengan Dinas Pendidikan Kota Jayapura yang disaksikan Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano. Penandatanganan ini dilakukan untuk memperlancar pengurusan KIA di Kota Jayapura – Jubi/Enrico

Jayapura, Jubi – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) dan Dinas Pendidikan Kota Jayapura menandatangani nota komitmen untuk menuntaskan program Kartu Identitas Anak (KIA).

Dinas Pendidikan pun diminta mengumpulkan berkas-berkas yang diperlukan untuk pembuatan KIA melalui sekolah-sekolah.

Kepala Dispendukcapil Kota Jayapura, Merlan Uloli mengatakan, itu untuk menyukseskan program Wali Kota Jayapura untuk menjadikan ibu kota Provinsi Papua ini sebagai kota tertib administrasi.

Saat membuka sosialisasi KIA kepada anak sekolah dan guru di kantor wali kota, Selasa (19/4/2016) ia mengatakan, anak-anak tidak perlu ke kantornya untuk mengurus KIA.

Sekolah dapat menerima seluruh persyaratan, kartu keluarga, KTP orang tua, akta kelahiran. Kemudian dari pihak sekolah dapat menyampaikan berkas ini kepada Dispendukcapil Kota Jayapura. Lalu Dispendukcapil memverifikasi dan menerbitkan KIA. Anak-anak yang wajib mempunyai KIA berusia antara 0 – 5 tahun dan 5 – 17 tahun.

“Setelah dicetak, akan diberikan ke sekolah masing-masing, lalu Bapak/Ibu guru yang memberikan kepada anak-anak di sekolahnya masing-masing,” katanya.

Ia pun meminta supaya proses pemungutan berkas dan mengantarkan berkas ke Dispendukcapil dilakukan di sela-sela jam mengajar agar tidak mengganggu jam pelajaran. Pihaknya berencana mencetak KIA secara asal dua bulan sebelum dibagikan.

Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano mengatakan Pemkot Jayapura merupakan satu dari 365 kabupaten/kota di Indonesia sebagai percontohan penggunaan KIA. Sekitar 50 kabupaten/kota di antaranya sudah menerapkan KIA. Misalnya, Malang, Bandung dan Surabaya.

“Saya mohon ini pekerjaan tambahan kepada kepala sekolah atau guru untuk membantu saya dari PAUD, TK, SD, SMP dan SMA/SMK. Untuk membantu saya dalam pencatatan KIA dalam rangka tertib administrasi kependudukan,” kata BTM, sapaan dia. (Enrico Karubuy)

 

 

Editor : TIMOTEUS MARTEN
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Tuntaskan KIA, Dispendukcapil Gandeng Dinas Pendidikan