21 April, Dua Momen Istimewa bagi Perempuan Jayapura

share on:
Penyerahan komitmen pencananagan kebangkitan perempuan pribumi Kabupaten Jayapura kepada Bupati Jayapura, Matius Awoitau – Jubi/Engel Wally
Penyerahan komitmen pencananagan kebangkitan perempuan pribumi Kabupaten Jayapura kepada Bupati Jayapura, Matius Awoitau – Jubi/Engel Wally

Sentani, Jubi – Di Kabupaten Jayapura dicanangkan ‘Kebangkitan Perempuan Pribumi Kabupaten Jayapura’ saat upacara hari Kartini di Gunung Merah Sentani, Kamis (21/4/2016).

Setidaknya dua dari lima poin pada pencanangan tersebut, yaitu dalam rangka meningkatkan kualitas hidup bagi perempuan pribumi Kabupaten Jayapura harus dilakukan deteksi dini terhadap ibu dan remaja putri agar bebas dari penyakit.

Selain itu menata dan terus menggalang kekuatan di kalangan perempuan sebagai modal dan energi baru dalam menggerakkan roda pembangunan di kampung, distrik dan kabupaten, serta mengutamakan hak-hak dan kesamaan jender. Tidak ada lagi kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Penggagas dan pengurus Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Jayapura, Dorince Mehue mengatakan perayaan HUT Kartini dan pencanganang kebangkitan perempuan merupakan dua momen istimewa bagi perempuan Jayapura.

“Pencanangan kampung adat, kabupaten layak anak dan kebangkitan masyarakat adat menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Kita berharap perempuan di daerah ini mendapat tempat yang layak dan sama dengan kaum laki-laki,” katanya.

Ketua GOW Kabupaten Jayapura, Korriyethe Hersepuny mengatakan kebangkitan perempuan pribumi Kabupaten Jayapura merupakan wujud nyata perjuangan RA Kartini yang sesungguhnya.

“Pernyataan ini menjadi modal bagi kita bersama untuk dapat berjalan bersama dengan Pemerintah Daerah, mendukung semua program-program yang telah dicanangkan di Daerah yang kita cintai ini,” kata Korry.

Bupati Jayapura Matius Awoitau ditempat yang sama memberikan apresiasi atas upaya kaum perempuan di daerah yang dipimpinnya. Menurut dia hal itu merupakan langkah postif yang diambil bagi kaum perempuan.

“Kita tetap memberikan ruang kepada mereka sebagai perempuan yang aktif dan bekerja di daerah ini. Tidak ada kata perbedaan di bidang pekerjaaan yang akan dikerjakan. Hal ini menggambarkan seatu keberagaman yang kuat telah terjadi dalam semangat kebersamaan di Kabupaten Jayapura untuk menuju Jayapura Baru,” tandasnya. (Engel Wally)

Editor : TIMOTEUS MARTEN
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  21 April, Dua Momen Istimewa bagi Perempuan Jayapura