Dihari Kartini, Wakil Ketua III DPR Papua Sosialisasi UU Perlidungan Anak

share on:
Wakil Ketua III DPR Papua, Yanni Ketika Sosialisasi UU Perlindungan Anak - IST
Wakil Ketua III DPR Papua, Yanni Ketika Sosialisasi UU Perlindungan Anak – IST

Jayapura, Jubi – Wakil Ketua Komisi III DPR Papua, Yanni melakukan sosialisasi UU Perlindungan anak tepat pada peringatan Hari Kartini, Kamis (21/4/2016). Sosialisasi UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 mengenai perlindungan anak itu diselenggarakan di salah satu hotel di Sentani, Kabupaten Jayapura dan iikuti ribuan pelajar SMP dan SMA dari Kabupaten Keerom, Jayapura, dan Kota Jayapura.

Yanni yang juga ketua DPD Gerindra Papua itu dalam pesan elektroniknya kepada Jubi, Kamis (21/4/2016) mengatakan, ini adalah hari bersejarah. Hari kebangkitan perempuan di seluruh Indonesia yang diperjuangkan sejak 17 tahun lalu.

“Kita kaum perempuan di Indonesia Timur yang ada di lembaga legislative maupun institusi lainnya terpanggil untuk merayakan Hari Kartini ini. Perempuan berada dalam suatu tatanan adat, budaya. Tapi hari ini disemua aspek dan institusi lembaga negara ada perempuan. Ini adalah perjuangan yang patut senantiasa diingat,” kata Yanni.

Menurutnya, bangsa yang besar adalah bangsa yang tak melupakan sejarahnya. Sebagai keterwakilan perempuan yang ada dalam unsure pimpinan DPRP Papua Yanni terpanggil untuk terus menerus sosialisasikan UU perlindungan anak. Apalagi masih banyak orang tak mengetahui akan UU itu.

“Melalui upaya mensosialisasikan UU perlindungan anak, saya berharap kekerasan terhadap anak bisa menurun. Informasi ini penting disampaikan kepada anak-anak SMP, SMA dan bahkan siswa SD. Ini agar sejak dini mereka tahu jika ada UU negara yang memproteksi dan melindungi mereka. Meski dengan sosialisasi tak serta merta akan mengurangi kekerasan terhadap anak karena akar masalah ada berbagai faktor diantaranya ekonomi, keluarga serta adat dan budaya,” ucapnya.

Katanya, pemerintah perlu memporteksi dan memberikan perhatian lebih kepada perempuan, terutama melalui berbagai program berpihak kepada kaum Hawa.

“Kalau perempuannya hebat, maju maka anaknya pun sehat. Kalau anaknya sehat daerah akan menjadi kuat, derah hebat serta daerah yang maju. Anak adalah titipan Tuhan sebab tidak ada siapa pun yang boleh menganiaya anak-anak.  Saya berharap anak-anak di Papua akan menuju ke anak-anak generasi emas Papua yang akan datang sebab Papua luar biasa,” katanya.

Sementara Heny Vony Reney dari Lembaga Pusat Pelayanan Perempuan Papua Indonesia mengatakan, pihaknya mendukung apa yang dilakukan Yanni dengan visi misi membantu anak-anak keluar dari kekerasan. Lembaganya juga punya tujuan yang sama. Ingin membangun perempuan Papua terutama anak-anak agar menjadi anak-anak yang pintar kelak di kemudian hari dan menjadi generasi penerus yang dapat membangun Papua.

“Mereka juga akan menjadi generasi yang betul-betul handal. Menjadi anak-anak yang pintar, anak-anak yang berbakti pada nusa dan bangsa.Terlebih dari itu takut akan Tuhan. Mereka ini adalah generasi penerus yang harus dijaga,” kata Heny.

Menurutnya, jika anak tak sehat, pendidikanya tak terjamin, mereka tidak akan membangun dirinya dengan baik. Sebagai perempuan dan seorang ibu, pihaknya bertekad untuk menyentuh setiap wanita yang ada di seluruh dataran Tanah Papua. Ketika perempuan Papua sehat, maka angka kematian anak dan bayi itu akan turun. (*)

*Berita Ini Kerjasama Jubi dengan DPD Gerindra Papua*

Editor : dominggus
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Dihari Kartini, Wakil Ketua III DPR Papua Sosialisasi UU Perlidungan Anak