Kemenhub Akan Survei Program ATTN Di Papua

share on:
Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Sekda Papua, Elia Loupatty (batik) Foto Bersama Jajaran Dinas Perhubungan - Jubi/Alex
Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Sekda Papua, Elia Loupatty (batik) Foto Bersama Jajaran Dinas Perhubungan – Jubi/Alex

Jayapura, Jubi – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia dalam waktu dekat akan melakukan mensurvei (memeriksa) program Asal Tujuan Transportasi Nasional (ATTN) barang di Papua. Hal itu untuk memastikan apakah berjalan normal atau tidak.

Kapuslitbang Transportasi Multimoda Badan Penelitian dan Pengembangan (Litban) Perhubungan Zulfikri, di Jayapura, Jumat (22/4/2016) menjelaskan survei ATTN adalah kegiatan yang diselenggarakan untuk memperoleh gambaran tentang sejauh mana pertumbuhan dan perkembangan jumlah maupun pola pergerakan barang dan orang antar wilayah atau antar zona baik internal Indonesia maupun luar negeri.

“Informasi tentang pertumbuhan dan perkembangan jumlah maupun pola pergerakan barang-barang dan orang antar wilayah merupakan modal dasar dan menjadi faktor penentu utama dan penyusunan rencana pembangunan dan pengembangan jaringan pelayanan transportasi,baik skala nasional atau wilayah,” katanya.

Menurut ia, data tentang asal dan tujuan pergerakan dan orang sangat dibutuhkan untuk proses pengambilan keputusan yang terkait dengan pengelolaan perangkat transportasi, seperti kebijakan investasi di bidang sarana dan prasarana transportasi.

“Untuk itu, pelaksanaan survei ATTN menjadi bagian penting dan sangat dibutuhkan dalam perencanaan transportasi, untuk mengetahui pola pergerakan barang dan orang, serta untuk mengetahui kebutuhan masyarakat terhadap moda transportasi,” ujarnya.

Zulfikri mencontohkan, seperti pada periode sebelumnya penyelenggaraan survei ATTN dilaksanakan oleh Kemenhub, dan kali ini melibatkan Dinas Perhubungan Provinsi dan Dewan Pakar Transportasi dari perguruan tinggi.

Tentu ini berbeda dengan pelaksanaan survei ATTN pada perioda sebelumnya. “Survei kali ini tidak dilaksanakan secara bersamaan antara barang dan orang, pelaksanaan survei ATTN barang dan orang dipisahkan agar lebih efektif dan efisien,” ujarnya lagi.

Hal senada dilontarkan Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Papua, Elia Loupatty. Dirinya mengatakan survei barang penting untuk memperoleh sejauh mana pertumbuhan ekonomi yang diakibatkan pola pergerakan barang maupun manusia, baik dalam maupun luar negeri.

“Perhitungan tidak cukup dari pelaku usaha dan analisis, harus juga pertimbangan objektifitas lokasi karena di Papua ini harga semen capai Rp2.6 juta, kami harap bisa ada perlakuan khusus bagi Papua,” kata Loupatty.

Loupatty menyinggung soal akses transportasi ke daerah pegunungan yang minim mengakibatkan harga melonjak drastis jika dibandingkan dengan harga di Jayapura. “Mungkin ada subsidi bagi Papua, baik untuk transpotasi laut maupun udara agar mengurangi harga barang,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Papua, Djuli Mambaya mengatakan, kegiatan ini menjadi penting dan Provinsi Papua menjadi salah satu provinsi yang bakal dilakukan survei ATTN barang dan orang.

“Survei ini dilakukan ke barang dan metodenya berubah, jadi metode langsung kepada pemilik barang atau pada pengusaha dan pengecer, sehingga data-data akan valid dan dapat mengetahui sumber barang darimana dan dimanfaatkan dimana,” kata Djuli.

Dia menambahkan, dengan adanya survei ATTN daerah dapat mencocokan moda transportasi yang tepat untuk daerah itu, serta dapat melihat kekurangan barang yang ada didaerah dengan melihat dari daerah lain untuk menjalin kerja sama. (*)

 

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Kemenhub Akan Survei Program ATTN Di Papua