Warga Papua: KB Berdampak Negatif Terhadap OAP

share on:
Ilustrasi - pendudukcerdas.blogspot.com
Ilustrasi – pendudukcerdas.blogspot.com

Jayapura, Jubi – Salah satu warga Kota Jayapura, Papua, Martinus Kegiye menyatakan secara pribadi menolak program Keluarga Berencana (KB) yang kini digalakkan pemerintah melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Ia mengatakan, program KB berdampak negatif terhadap Orang Asli Papua (OAP). Program KB dinilai tak sesuai dengan warisan dan budaya leluhur kehidupan orang asli Papua.

“BKKBN melalui program KB seakan meralang orang asli Papua untuk memperbanyak keturunan. Membatasi generasi orang asli Papua memenuhi tanah leluhurnya,” kata Kegiye kepada Jubi, Jumat (22/4/2016).

Menurutnya, jika alasannya orang asli Papua perlu mengikuti program KB lantaran faktor kesehatan ibu, bayinya dan anaknya ketika lahir yang rentat terutama pemenuhan gizi terhadap ibu hamil, bukankah orang asli Papua hidup dibawah naungan negara.

“Berarti negara punya tanggungjawab yang sangat besar terhadap rakyatnya untuk meningkatkan gizi ibu dan anak, termasuk kepada orang asli Papua. Apalagi orang asli Papua sejak 2001 telah diberikan Otsus. Sejak itu harusnya orang asli Papua sudah sejahtera,” ucapnya.

Ia berharap orang asli Papua tak gampang terpengaruh dan ikut program KB. Itu akan menghilangkan generasi atau etnis orang asli Papua beberapa puluhan tahun kedepan. Jangan sampai orang asli Papua tinggal kenangan dan cerita.

“Denominasi gereja-gereja di tanah Papua juga jangan diam. Setiap situasi yang kini terjadi kepada orang asli Papua, termasuk program KB, pihak gereja jangan pura-pura tak tahu. Kini orang asli Papua semakin sedikit. Jangan sampai tanah leluhur orang asli Papua dikuasi orang non Papua,” katanya.

BKKBN mencanangkan program Kampung KB secara terintergrasi dari Sabang sampai Merauke. Kepala BKKBN, Surya Chandra Surapaty mengatakan, komitmen bersama ini menjadi saksi kekuatan dalam mendukung pelaksanaan program dari berbagai sektor.

“Kampung KB sebagai salah satu program inovasi dalam upaya menjalankan kegiatan Program Kependudukan, KB, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) secara utuh dan terintegrasi antara BKKBN dengan lintas sektoral,” kata Surya. (*)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Warga Papua: KB Berdampak Negatif Terhadap OAP