Ditengah Penolakan, Obama Melawat Merkel Lanjutkan Pembicaraan TTIP

share on:
Ilustrasi demonstrasi kampanye menolak TTIP - stop-ttip.org
Ilustrasi demonstrasi kampanye menolak TTIP – stop-ttip.org

Jakarta, Jubi – Presiden AS Barack Obama dijadwalkan berkunjung ke Hanoverm Jerman, pada Minggu ini (24/4/2016) untuk melakukan pembicaraan dengan Kanselir Jerman Angela Merkel, salah satu sekutunya dalam mengatasi krisis ekonomi dan keamanan global di Timur Tengah dan Ukraina.

Kota itu akan menjadi pemberhentian akhirnya dalam lawatan luar negeri enam hari memperkuat aliansi AS yang dianggap penting bagi pertumbuhan perdagangan, mengalahkan militan Negara Islam (ISIS), dan menangkal agresi Rusia di Ukraina dan Suriah.

Di awal minggu ini, ia bertemu pimpinan-pimpinan kawasan Teluk di Riyadh untuk menjawab kekhawatiran terkait Washington yang dianggap kurang komitmen pada keamanan mereka.

Di Hanover, ia bersama Merkel akan melakukan tur dan bicara di hadapan pameran dagang industri terbesar.

Kedua pempimpin itu hendak memberi tekanan pada kesepakatan perdangangan bebas AS-Eropa yang oleh para pendukungnya dianggap dapat mendorong ekonomi masing-masing negeri hingga $100 milyar.

Di saat yang sama orang-orang Eropa dan Amerika sama-sama curiga kesepakatan tersebut akan berakibat turunnya jaminan kerja dan standarnya.

“Namun waktu memang sedang tidak berpihak pada siapapun, saat ini,” demikian ujar Heather Conley, mantan pejabat State Departement dalam pemerintahan Geoge W.Bush, yang saat ini memegang jabatan di Center for Strategic and International Studies di Washington.

Para pemimpin itu hendak menyimpulkan pembicaraan kompleks terkait Transatlantic Trade and Investment Partnership (TTIP) sebelum Obama meninggalkan pemerintahannya pada 20 Januari tahun depan

Obama juga belum lagi menyetujui pakta Trans-Pacific Partnership yang menjadi tahap kesepakatan lebih lanjut.

“Menyepakati perjanjian dagang itu bukan satu hal mudah, karena tiap negara memiliki kepentingan sempit dan faksi-faksinya. Untuk dapat bersepakat tiap negara mesti memberi sesuatu,” ujarnya di sebuah acara di London, Sabtu lalu.

Di Hanover, ribuan demonstran membawa spanduk bertuliskan slogan seperti “STOP TTIP”, melakukan reli menunjukkan penolakan mereka terhadap kesepakatan itu.(*)

Editor : Zely Ariane
Sumber : Reuters
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Ditengah Penolakan, Obama Melawat Merkel Lanjutkan Pembicaraan TTIP