Sektor Perikanan Tangkap di Papua Potensi Ekonomi Menjanjikan

share on:
Ikan tuna di Pasar Ikan Hamadi, Jayapura - Jubi/Victor Mambor
Ikan tuna di Pasar Ikan Hamadi, Jayapura – Jubi/Victor Mambor

Jayapura, Jubi – Sektor perikanan tangkap perairan Papua dinilai menjadi salah satu potensi ekonomi  menjanjikan untuk masyarakat dan bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Legislator Papua, Wilhelmus Pigai mengatakan, potensi berbagai jenis biota laut di perairan Papua menjanjikan untuk dijadikan komoditi ekspor. Hanya potensi itu belum dikelola dengan baik.

“Dari catatan saya, produk perikanan yang diekspor ke ASEAN antara lain udang, tuna, rumput laut, cumi, dan kepiting. Semua ada di Papua. Tinggal bagaimana pemerintah provinsi hingga kabupaten/kota memanfaatkan potensi itu. Tak hanya menambah PAD, namun bisa jadi salah satu potensi sumber pendapatan masyarakat,” kata Pigai kepada Jubi akhir pekan lalu.

Menurutnya, pemerintah perlu melakukan pendampingan kepada para nelayan dan membangun infrastruktur memadai. Selain itu, ijin jangan lagi dikeluarkan Pemerintah Pusat, namun Pemprov Papua, karena Papua memiliki Otsus.

“Yang perlu dipikirkan bagaimana mulai dari proses penangkapan ikan sampai pengeloaan dilakukan di Papua. Pemerintah siapkan infrastruktur yang baik untuk meningkatkan produksi ikan,” ucapnya.

Katanya, sektor perikanan tangkap di Papua perlu diperkuat agar Papua bisa jadi daerah pengekspor ikan. Apalagi kini Indonesia menempati peringkat ketiga sebagai negara pengekspor perikanan.

“Potensi-potensi seperti inilah yang perlu diseriusi. Tak hanya bisa menguntungkan pemerintah daerah, tapi juga bisa menjadi sumber pendapatan masyarakat,” katanya.

Terpisah legislator Papua lainnya, Mustakim mengatakan, tak hanya sektor perikanan di Papua yang menjanjikan, namun juga perkebunan. Hanya saja hasil perkebunan Papua pengolaannya harus di Papua.

“Misalnya saja sawit, pengelolaanya juga harus di Papua. Turunan dari sawit semisal sabun, mentega dan lainnya pengelolaannya dilakukan di Papua,” kata Mustakim.

Katanya, jika itu dilakukan pasti akan memberikan dampak pada ekonomi masyarakat. Tak hanya sawit, hasil perkebunan lainnya seperti coklat juga pengelolaannya harus di Papua.

“Sudah banyak minyak sawit dan coklat hasil dari Papua. Namun ketika keluar Papua tak kelihatan jika itu dari Papua. Pakai merk dagang di luar Papua,” ucapnya. (*)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Sektor Perikanan Tangkap di Papua Potensi Ekonomi Menjanjikan