Tim Ekspedisi NKRI Temukan Ratusan Flora dan Fauna

share on:
Salah seorang peserta tim Ekspedisi NKRI Subkorwil-3 Sorsel dan Maybrat sedang membuat miniatur rumah pohon untuk dipamerkan saat pameran di Kaimana 17-20 Mei mendatang - Jubi/Niko
Salah seorang peserta tim Ekspedisi NKRI Subkorwil-3 Sorsel dan Maybrat sedang membuat miniatur rumah pohon untuk dipamerkan saat pameran di Kaimana 17-20 Mei mendatang – Jubi/Niko

Teminabuan, Jubi – Tim Ekspedisi NKRI Koridor Papua Barat 2016 menemukan 152 flora dan 152 fauna dalam penjelajahannya.

Dalam penjelajahannya juga terdapat 49 temuan, 137 temuan kehutanan, 40 temuan bidang geologi, 23 titik temuan potensi bencana alam dan 4 sosial, 225 temuan sosial budaya, dan 8 temuan titik potensi wisata yaitu ekowisata dan budaya serta melaksanakan 50 kegiatan pengabdian masyarakat.

Tim ini dijadwalkan akan berakhir sampai 20 Mei dengan rangkai penutupan 17 – 20 Mei 2016.

Tim Ekspedisi NKRI Koridor Papua Barat 2016 terdiri dari 8 subkorwil yaitu Subkorwil Sorong, Tambrauw, Sorong Selatan/Maybrat, Manokwari Selatan, Bintuni, Teluk Wondama, Fakfak, dan Kaimana.

Subkorwil 3/Sorong Selatan dan Maybrat sudah menyiapkan sejumlah temuannya untuk dipamerkan pada pameran Ekspedisi NKRI Koridor Papua Barat 2016 tersebut.

Komandan Subkorwil 3/Sorong Selatan dan Maybrat, Mayor Inf. Effendi M.S. ketika dikonfirmasi melalui humasnya dr. Kristiyani di Kota Sorong, Sabtu (23/4/2016 mengatakan hingga kini tim ekspedisi NKRI Subkorwil-3/Sorong Selatan dan Maybrat telah menjelajahi 332 kilometer wilayah Sorsel dan Maybrat dari target penempuhan rute gunung, hutan rawa laut, sungai, pantai minimal 60 km per bulan dengan temuan wilayah pertahanan dan pendataan atau pemetaan rute.

“Dalam kegiatan pengabdian masyarakat tim melaksanakan kegiatan fisik dan non fisik. Kegiatan fisik meliputi pembangunan gereja dan masjid, kerja bakti lingkungan di titik-titik sejarah tugu trikora dan tugu batas batu payung, monumen barat dan pengobatan massal,” katanya.

Ia melanjutkan, “Kegiatan non fisiknya meliputi penyuluhan hidup bersih dan sehat, penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, sosialisasi gerakan nasional revolusi mental.”

Selain itu kegiatan pelatihan baris-berbaris pada beberapa sekolah SMP dan SMA di Kabupaten Sorsel dan Maybrat, pengenalan tarian selamatkan nusantara, leadership dengan metode permainan pramukam, kemah rohani, dan pendampingan komunitas remaja one generation Teminabuan.

Menurut Kris, data-data hasil temuan akan digunakan sebagai inventaris untuk sumber referensi geologi, sejarah serta ilmu pengetahuan dan lainnya. bahkan hasil temuan juga akan dijadikan sebagai sumber penentuan kebijakan dan saat terjadi bencana alam.

“Untuk Subkorwil 3/Sorong Selatan dan Maybrat yang masih berlangsung kegiatannya adalah pengabdian masyarakat, peliputan media dan kegiatan sosial masyarakat. Sedangkan kegiatan penelitian dan penjelajahan telah selesai dilaksanakan. Sekarang sedang menyusun buku Ekspedisi Surga Biru,” katanya.

Tokoh masyarakat Sorong Selatan Wilson Snafi mengapresiasi temuan Tim Ekspedisi. Menurut dia temuan tim ekspedisi tersebut bakal dijadikan informasi dan pendataan sumber daya alam yang ada di daerahnya. (Niko MB)

 

Editor : TIMOTEUS MARTEN
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Tim Ekspedisi NKRI Temukan Ratusan Flora dan Fauna