Dishut : Tak Benar Ekspor Kayu Sebabkan Illegal Logging

share on:
Kepala Dinas Kehutaan dan Konservasi Papua, Yan Yap Ormuseray - Jubi/Alex
Kepala Dinas Kehutaan dan Konservasi Papua, Yan Yap Ormuseray – Jubi/Alex

Jayapura, Jubi – Kepala Dinas Kehutaan dan Konservasi Papua, Yan Yap Ormuseray mengatakan tidak benar adanya ekspor kayu olahan ke Tiongkok, sebabkan maraknya pembalakan liar (illegal logging) di Papua.

“Illegal logging memang masih ada, namun kayu olahan yang diekspor adalah legal,” kata Yan Yap Ormuseray kepada wartawan, di Jayapura, Senin (25/4/2016).

Ormuseray meminta masyarakat ikut berperan aktif mencegah pembalakan liar di Papua. Sebab tugas besar tersebut, menjadi tanggung jawab semua pihak yang ada di Papua.

“Mestinya ini jadi tanggung jawab bersama bukannya menjadi penonton atau bahkan ikut mendorong terjadinya pembalakkan liar. Hanya memang kebanyakan kayu ilegal itu dipakai ke tingkat lokal, bahkan ada kecendrungan digunakan untuk proyek-proyek pemerintah karena harganya relatif murah,” ujarnya.

Menyinggung soal penanganan Illegal Logging di Papua, Ormuseray katakan pihaknya sudah beberapa kali melakukan operasi bahkan telah berhasil tangkap tangan sejumlah pelaku pembalakkan liar.

“Ini bukti bahwa kami pihak pemerintah tidak tinggal diam. Sudah terbukti kemarin ada satu perusahaan kalau tidak salah PT. ICP, kami telah tangkap dan proses hingga di pengadilan bahkan putusan sudah inkrah. Tak hanya itu, tersangka BG itu sudah divonis 1 tahun penjara denda Rp500 juta sementara kontainer dan seluruh kayu disita negara,” kata Ormuseray.

Kedepan pihaknya sedang menyiapkan operasi serupa sehingga diharapkan tak ada lagi pembalakkan. “Sehingga kayu yang keluar dari Papua legal dan memberikan kontribusi kepada negara maupun masyarakat pemilik ulayat,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Papua Lukas Enembe menyatakan untuk memberantas aksi illegal logging di Papua, dibutuhkan satgas secara nasional atau melibatkan Jakarta.

“Sebenarnya illegal logging ini sudah beberapa tahun lalu terjadi, kita temukan banyak lah. Kalau ini baru ditangkap, berarti keberhasilan dari Satuan tugas Polisi Kehutanan dan Dinas Kehutanan Provinsi Papua,” kata Lukas Enembe.

Menurut ia, sesungguhnya praktek illegal logging di Papua banyak terjadi, karena setiap malam hari banyak keluar Container berisi kayu naik ke kapal. “Semua orang tahu hal ini, tetapi tidak ada yang berani saja,” ujarnya.

Untuk masalah illegal logging, lanjut Enembe, aparat yang membuat laporan juga melanggar, jadi bagaimana mau menindak.

“Indonesia ini sudah rusak memang, sistem kita tidak bagus, artinya aturan sudah jelas, tapi masih saja ada orang yang tidak taaat pada aturan. Banyak regulasi yang dilahirkan, tapi tidak bisa ditaati. Itu yang kami sayangkan,” kata Enembe. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Dishut : Tak Benar Ekspor Kayu Sebabkan Illegal Logging