Legislator Pertanyakan Pembangunan Ribuan Unit Rumah

share on:
Ilustrasi Rumah Layak Huni yang Dibangun di Telaga Maya, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura Beberapa Tahun Lalu – Jubi/Arjuna
Ilustrasi Rumah Layak Huni yang Dibangun di Telaga Maya, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura Beberapa Tahun Lalu – Jubi/Arjuna

Jayapura, Jubi – Ketua Fraksi Hanura DPR Papua, Yan Permenas Mandenas mempertanyakan tujuh ribu lebih unit rumah layak huni untuk masyarakat asli Papua yang diklaim telah dibangun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua.

Kata Yan, beberapa waktu lalu pihak Pemprov Papua menyatakan dari target 13 ribu rumah yang akan dibangun hingga 2018 mendatang, kini sudah dibangun tujuh ribu lebih rumah. Hanya saja, di daerah mana saja rumah tersebut dibangun tak diketahui pasti.

“Pembangunan tujuh ribu ini harus jelas. Dibangun dimana. Perasaan tak terlalu nampak rumah-rumah yang tujuh ribu itu. Sumber dana untuk pembangunannya juga harus jelas. Jangan sampai dibangun dengan dana Respek lalu dikalim kita yang bangun. Ini semua harusnya dijelaskan,” kata Yan Mandenas via teleponnya kepada Jubi, Senin (25/4/2016).

Yan tak menampik jika kini anggaran pembangunan di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ada di Pemprov Papua tahun ini terbilang minim. Anggaran yang besar kata dia hanya di Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Perhubungan.

“Dana pembangunan di provinsi paling besar di Dinas PU dan Dinas Perhubungan. Kalau tak salah diatas Rp. 200 miliar bahkan triliun, yang lain-lain dibawa itu. Tapi bukan berarti tak bisa dimaksimalkan,” ucapnya.

Menurutnya, minimal dengan anggaran yang minim itu, diharapkan ada program atau pekerjaan yang nampak karena pengembangan program selama ini kebanyakan jangka pendek. Tak ada yang merujuk pada perencanaan jangka panjang.

“Gubernur dan wakilnya harus melakukan evaluasi bertahap. Hindari intervensi dari luar yang mengarah kepada kepentingan kelompok. Ini agar sisa dua tahun kepemimpinan mereka benar-benar bisa ada perubahan besar,” katanya.

Pemprov Papua optimis target pembangunan 13 ribu unit rumah di berbagai kabupaten/kota bisa terealisasi pada 2018 mendatang. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Papua, Muhammad Musaad mengatakan, Pemprov Papua terus berupaya agar program pembangunan 13 ribu unit rumah dapat berjalan dengan baik di daerah-daerah.

“Pembangunan perumahan sampai kini sudah mencapai 8.934 unit yang tersebar di kabupaten/kota se-Papua. Kami mempunyai data riil tentang hal itu,” kata Musaad.

Menurutnya, diharapkan pemerintah kabupaten/kota bisa mengalokasikan dana Rp10 miliar dari dana otonomi khusus 80 persen untuk pembangunan rumah di daerah masing-masing.

“Kami terus membangun komunikasi dengan pemerintah kabupaten/kota maupun Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),” ucapnya. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Legislator Pertanyakan Pembangunan Ribuan Unit Rumah