Connect with us

Sumatera

Menkes: Selamatkan Mangrove Untuk Atasi Malaria

Published

on

Ilustrasi mangrove - mangrovemagz.com

Ilustrasi mangrove – mangrovemagz.com

Bengkulu, Jubi – Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan salah satu cara menanggulangi penularan penyakit malaria dengan melestarikan ekosistem mangrove yang merupakan rumah nyamuk anopheles pembawa virus malaria.

“Kalau rumahnya terganggu maka nyamuk anopheles akan pindah ke permukiman warga, karena itu lestarikan mangrove,” kata Menteri saat menghadiri peringatan Hari Malaria Sedunia yang digelar di Kabupaten Seluma, Bengkulu, Senin (25/4/2016).

Oleh karena itu, kata Menteri, pelestarian lingkungan termasuk ekosistem mangrove yang tumbuh di pesisir harus dijaga guna mengendalikan penyakit malaria.

Mengendalikan malaria, tambah Menteri Nila, sangat berkorelasi dengan kebersihan lingkungan dan menjaga kesehatan tubuh.

“Nyamuk sekecil itu bisa menyebabkan kematian, karena itu kita harus menjaga kebersihan dan stamina tubuh,” ucapnya.

Menteri mengingatkan warga untuk menggunakan kelambu saat tidur karena nyamuk anopheles menggigit saat malam hari.

Karena itu, katanya, pembagian kelambu kepada warga merupakan salah satu fokus program Kementerian Kesehatan untuk mengendalikan malaria.

Puncak Hari Malaria Sedunia di Seluma diisi berbagai kegiatan mulai dari pemeriksaan massal darah dan pembagian obat malaria, serta pembagian dan pemasangan kelambu kepada warga.

Menkes dalam kesempatan itu menyerahkan sertifikat eliminasi malaria kepada kepala daerah enam kabupaten dan kota yakni Kabupaten Siak, Kabupaten Karimun, Buol, Sigi, Buton Utara, dan Bau-bau.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Mohamad Subuh menyebutkan saat ini dari 514 kabupaten kota, 232 kabupaten dan kota yang bertatus eliminasi malaria.

Masih ada lima provinsi yang merupakan endemis tertinggi malaria yakni Provinsi Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur.

Sementara di Bengkulu, dari 10 kabupaten dan kota, tiga kabupaten bebas malaria yakni Kabupaten Rejanglebong, Lebong dan Kepahiang.

Sedangkan tujuh kabupaten dan kota lainnya yakni Mukomuko, Bengkulu Utara, Seluma, Kota Bengkulu, Bengkulu Tengah, Bengkulu Selatan dan Kaur masih berstatus pengendalian intensifikasi atau berada pada posisi endemisitas malaria sedang.(*)

Sumatera

Satgas Sebar 55,6 Ton Garam di Langit Riau

Published

on

Pekanbaru, Jubi – Satuan tugas (Satgas) siaga darurat kebakaran hutan dan lahan Provinsi Riau telah menyebar sebanyak 55,6 ton garam sebagai upaya modifikasi cuaca guna membentuk hujan buatan untuk pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

news.108jakarta.com

news.108jakarta.com

“Total garam yang disebar hingga hari ini 55,6 ton garam, sementara yang tersisa 19,4 ton garam,” kata anggota tim udara Satgas siaga darurat Karhutla Riau, Lettu Sherif Yanuardi di Pekanbaru, Selasa (20/9/2016).

Program TMC yang dilakukan BPPT bersama dengan satuan tugas kebakaran hutan dan lahan Satgas siaga darurat Karhutla Riau dimulai sejak pertengahan Juli 2016 lalu. Operasi TMC tersebut menggunakan pesawat Cassa 212 bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Pesawat yang mampu mengangkut satu ton garam dengan sasaran awan Cumulus pada ketinggian 9.000 hingga 12.000 kaki itu terus beroperasi hampir setiap hari untuk membentuk hujan buatan guna mencegah dan menanggulangi bencana Karhutla.

Beberapa wilayah yang telah disemai garam yakni wilayah pesisir Riau seperti Bengkalis, Dumai, Rokan Hilir, Siak. Kemudian penyemaian garam juga dilakukan di langit Pelalawan, Kampar, dan Indragiri Hilir.

Seperti yang dilakukan Senin kemarin, Sherif mengatakan pesawat menyemai 800 kilogram garam dengan sasaran wilayah langit Kabupaten Bengkalis, Rokan Hulu dan Dumai pada ketinggian 9.500-10.000 kaki setelah ditemukan adanya sel awan Cumulus. (*)

Continue Reading

Sumatera

Kejati Lampung Tahan Dua Tersangka Korupsi Alkes

Published

on

Bandarlampung, Jubi – Kejaksaan Tinggi Lampung menahan dua tersangka perkara dugaan gratifikasi (korupsi) alat kesehatan dan kedokteran di Rumah Sakit Umum Daerah Bob Bazar (RSUDBB), Kalianda, Lampung Selatan tahun 2015 sebesar Rp 2 miliar dari nilai anggaran Rp 10 miliar.

infokorupsi.com

infokorupsi.com

“Kami hari ini menerima pelimpahan dua tersangka. Jaksa mempertimbangkan untuk dilakukan penahanan agar tidak menyulitkan kami saat proses persidangan nanti dan karena tersangka telah ditetapkan sebagai DPO saat di Polda Lampung,” kata Asisten Pidana Khusus Kejati Lampung, Robert Tacoy di Bandarlampung, Selasa (20/9/2016).

Para tersangka yang ditahan ialah Armen Patria selaku Direktur RSUDBB dan Joni Gunawan selaku Pejabat Pelaksana Teknik Kegiatan. Kedua Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Kesehatan Provinsi Lampung itu ditahan di Rutan Way Huwi, Lampung Selatan, setelah penyidik Ditreskrimsus Polda Lampung melakukan pelimpahan tahap II ke kejaksaan.

Tersangka dikenakan Pasal 5 ayat 2 sub Pasal 12 huruf b tentang gratifikasi UU No 31 tahun 1999 jo UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Robert mengatakan, penahanan dalam proses penuntutan ini pun setelah jaksa menyatakan berkas perkara lengkap atau P21), sehingga penyidik melakukan pelimpahan tahap II dan jaksa mempertimbangkan untuk menahan para tersangka.

Sementara itu, kuasa hukum tersangka, Dian Hartawan menyatakan kliennya telah bersikap kooperatif terhadap proses penyidikan dengan mendatangi Polda Lampung.

“Terkait kabar klien kami yang DPO itu tidak benar, karena dia itu ada di rumahnya cuma masalahnya ketika dipanggil itu ada beberapa pihak yang menyarankan agar tidak perlu hadir sebab mereka tidak tahu hukum sehingga tidak hadir. Ini bukannya meyerahkan diri tetapi memang sikap kooperatif dari klien kami,” kata dia. (*)

Continue Reading

Sumatera

Hanya 40 Persen ASN yang Miliki Keahlian

Published

on

Padang, Jubi – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur mengungkapkan hanya 40 persen Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia yang memiliki keahlian, sementara 60 persen lainnya hanya mempunyai kemampuan administratif.

ASN sedang berbaris. -- permerintah.net

ASN sedang berbaris. — permerintah.net

“Saya cukup kaget dengan data yang diungkapkan oleh Badan Kepegawaian Negara tersebut, salah satu solusinya adalah memprioritaskan rekrutmen pegawai dari lulusan terbaik perguruan tinggi,” kata Asman di Padang, Sumbar, Rabu (14/9/2016).

Menurut dia ASN adalah jantungnya suatu negara dan kalau negara ini mau berubah menjadi lebih modern akan ditentukan oleh kinerja ASN.

“Jadi tidak ada lagi cerita penerimaan ASN karena ada hubungan saudara, titipan dan lainnya karena kami akan seleksi dengan amat ketat,” ucap mantan Ketua Komisi X DPR RI tersebut.

Asman mengatakan Indonesia membutuhkan ASN yang profesional, pintar serta kuat sehingga siapa pun pemimpin politiknya tidak ada masalah, karena jika ASN mantap negara ini akan maju.

Karena itu , lanjut dia proses rekrutmen ASN akan diperbaiki serta dilakukan analisa kebutuhan berdasarkan spesialisasi.  “Jadi tidak ada lagi ASN yang pagi hari tiba di kantor kehilangan akal tidak tahu apa yang mau dikerjakan, tidak ada inovasi dan tidak boleh kalah dengan swasta,” tegasnya.

Selain itu, ia merencanakan pendidikan kepegawaian yang dikelola oleh beberapa kementerian diarahkan pada pendidikan vokasional, sehingga meningkatkan kemampuan ASN dalam bidang tugas yang dibutuhkan oleh lembaga negara maupun pemerintah pusat hingga daerah.

Sementara Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit terus mendorong ASN yang ada di Sumbar meningkatkan pengetahuan dan kapasitas yang dimiliki.

“ASN harus menyesuaikan dengan perkembangan saat ini jika tidak akan tereliminasi,” kata dia. (*)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 Zox News Theme. Theme by MVP Themes, powered by WordPress.