BEM Uncen Gelar FGD Peringati Kematian Arnold C. Ap Ke-32

share on:
Suasana FGD di Auditorium Uncen Abepura, Selasa (26/04/2016) - Jubi/Abeth You
Suasana FGD di Auditorium Uncen Abepura, Selasa (26/04/2016) – Jubi/Abeth You

Jayapura, Jubi – Memperingati kematian budayawan, antropolog, dan musisi Papua Barat Papua, Arnold C. Ap yang ke-32 tahun, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Cenderawasih (BEM Uncen) yang bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan Antropologi (HMJA) Fisip Uncen menggelar Focus Group Discusion (FGD) bertema ‘ Arnold C. Ap, Mambesak dan Universitas’ di Auditorium Uncen Abepura, Jayapura, Papua (26/4/2016).

“Pada kegiatan ini kita menggali Arnlod Clemens Ap bagi Papua, sebab, musik Mambesak dan jurusan Antropologi Uncen masih eksis hingga kini. Arnold Ap dan kawan-kawan mengangkat budaya Papua melalui alunan lagu Mambesak,” kata Ketua Panitia FGD, Stevanus Payokwa, Selasa (26/4/2016).

Panitia mengundang sejumlah narasumber, yakni akademisi Uncen, Dr. Enos Rumansara, keluarga Arnold Ap yang diwakili Ferry Marisan, Kepala UPT Museum Loka Budaya Uncen Agus Samori dan perwakilan Dewan Kesenian Tanah Papua (DKTP) Dr. Hendrik Krisifu. Perwakilan Pokja Adat MRP, Yakobus Dumupa juga diundang, namun tidak hadir dengan alasan jadwal acara bertabrakan dengan kegiatan lain.

Ketua BEM Uncen, Doni Donatus Gobai mengatakan acara ini mengingatkan semua pihak bahwa keberadaan Arnold Ap, Mambesak dan Uncen adalah sangat penting.

“Uncen tidak hanya mengajar mahasiswa tapi mendidik  hingga mahasiswa mengenal jati dirinya sehingga menjadi bahan refleksi. Semangatnya itu yang kita ambil untuk pegangan bekal ke depan,” ujar Doni.

Rektor Uncen, Dr. Onesimus Sahuleka sangat menyambut baik kegiatan itu dan mendukung dengan positif.

Rektor mengatakan diskusi-diskusi seperti itu harus ada, agar lulusan Uncen menjadi lulusan yang berkualitas dan berkemampuan dengan baik.

“Lulusan Uncen yang berkualitas adalah mempunyai IPK yang baik, mempunyai kemampuan berinteraksi yang baik. Uncen ini akan menjadi besar atas dukungan dari mahasiswa, dosen dan pimpinan lembaga. Bukan berarti saya alergi dengan demo. Demo adalah satu koreksi sosial. Kontribusi apa yang dimasukkan itu yang kita pikirkan,” paparnya. (*)

 

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  BEM Uncen Gelar FGD Peringati Kematian Arnold C. Ap Ke-32