Kepala Sat Pol PP Jayawijaya Bantah Anggotanya Lakukan Penganiyaan

share on:
Sekda Jayawijaya Yohanis Walilo (tengah), Wakapolres Kompol Fransiskus Elosak (kiri) dan Kepala Sat Pol PP Jayawijaya Rustam Haji (kanan) ketika memberikan hak jawab -Jubi/Islami
Sekda Jayawijaya Yohanis Walilo (tengah), Wakapolres Kompol Fransiskus Elosak (kiri) dan Kepala Sat Pol PP Jayawijaya Rustam Haji (kanan) ketika memberikan hak jawab -Jubi/Islami

Wamena, Jubi – Meninggalnya Arnold Alua di kompleks Baliem Cottage yang diduga dianiaya oleh oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Polres Jayawijaya, dibantah keras oleh Kepala SatPol PP Jayawijaya.

Rustam Haji, Kepala Sat Pol PP Jayawijaya menyampaikan kepada Jubi, Rabu (27/4/2016) menyampaikan jika kejadian sebenarnya pada Minggu (24/4/2016) malam sekitar pukul 22.00 Waktu Papua ada sekelompok orang dalam keadaan mabuk mendatangi kantor  Sat Pol PP. Mereka berteriak mencari gara-gara dengan anggota Sat Pol PP yang sedang berjaga atau piket di kantor. Lantas seorang anggota Satpol PP bertanya pada sekelompok orang yang disebutkan mabuk ini.  Namun salah satu dari mereka malah menantang sehingga terjadi adu argumen sebelum salah satu anggota Satpol PP menampar orang yang menantang itu.

“Lalu ada salah satu anggota Sat Pol PP yang tertua memanggil orang-orang yang mabuk ini lalu suruh pulang. Satu orang ada lari ke arah Stadion Pendidikan, satu lagi menuju Baliem Cottage,” kata Rustam dalam jumpa pers bersama Sekda Jayawijaya, Yohanis Walilo dan Wakapolres Jayawijaya, Kompol Fransiskus Elosak di Wamena, Rabu (27/4/2016).

Sekitar 15 menit kemudian, kata Rustam, tiba-tiba terdengar suara sekelompok masyarakat yang keluar dari Baliem Cottage dengan membawa panah, parang dan batu lalu melakukan penyerangan ke kantor Sat Pol PP dengan cara melempar kantor.

“Ketika sampai di Baliem Cottage masyarakat menyerbu anggota saya dengan parang dan panah. Lalu ada yang melaporkan ke saya melalui radio.  Saya langsung meminta bantuan ke Polres Jayawijaya,” ungkap Rustam.

Baca Seorang Warga Wamena Tewas Setelah Dianiaya Oknum Satpol PP

Ketika anggota Polres tiba di dekat Baliem Cottage sempat ada aksi dari masyarakat namun tidak lama semua melarikan diri.  Ketika penggerebekan dilakukan, petugas kepolisian dan Sat Pol PP tidak menemukan satu pun masyarakat karena sudah melarikan diri. Hanya ditemukan beberapa minuman lokal yang dibuat masyarakat.

“Dan ketika salah satu rumah warga didatangi, ternyata rumah tersebut terkunci dan terpaksa dilakukan pendobrakan. Ketika didobrak itu, petugas Sat Pol pp menemukan seorang warga sudah tidak sadarkan diri, entah itu mabuk berat atau kenapa tidak diketahui pasti,” kata Rustam lagi.

Warga yang diketahui bernama Arnold Alua itu lalu dibawa ke Rumah Sakit Wamena untuk mendapatkan perawatan. Keesokan harinya ketika dicek ke rumah sakit, ternyata korban sudah meninggal dunia.

“Ketika korban dibawa ke rumah sakit, memang ada tanda bekas darah kering di dahi korban. Namun itu sendiri tidak diketahui akibat baku lempar atau dianiaya sebelumnya dan oleh siapa. Kami tidak tahu sebabnya karena ketika diminta visum juga keluarga menolak. Jadi, tidak benar kalau anggota Sat Pol PP menganiaya korban,” tambah Rustam.

Wakapolres Jayawijaya, Kompol Fransiskus Elosak menjelaskan, jika semua pihak berpendapat bahwa korban meninggal ini karena dianiaya oleh oknum sat pol PP maupun polisi, tidak dapat dibuktikan kebenarannya.

“Kami tidak bisa simpulkan apakah memang korban ini dianiaya atau tidak, karena harus dibuktikan. Pasalnya, setelah dibawa ke rumah sakit tim medis hanya menangani pada bagian luar, sedangkan ketika diminta untuk diotopsi, namun keluarga korban menolak,” kata Wakapolres.

Wakapolres Jayawijaya meminta agar semua pihak dapat menahan diri. Begitu juga pada keluarga korban karena saat ini polisi sedang menyelidiki persoalan yang sebenarnya.

Satpol PP Jalankan Perintah Bongkar dan Bakar Rumah Warga di Baliem Cottage

Di sisi lain Sekretaris Daerah (Sekda) Jayawijaya, Yohanis Walilo menegaskan, saat isu yang berkembang di masyarakat bahwa Sat Pol PP dan polisi melakukan penyisiran di Baliem Cottage itu karena adanya kasus pembunuhan terhadap masyarakat di dekat lokasi. Padahal, menurut Sekda, aksi penggerebekkan Sat Pol PP dan polisi itu untuk mencari pelaku penyerangan kantor Sat Pol PP dan melakukan razia minuman lokal.

“Jadi, itu kejadiannya minggu malam, sedangkan yang pembunuhan itu terjadi Senin (25/4/2016) siang tetapi memang kejadiannya dekat kompleks Baliem Cottage, sehingga tidak ada hubungannya. Kalau masalah pembunuhan itu, murni kriminal dan saat ini ditangani Polres Jayawijaya,” ucap Walilo.

Untuk itu dirinya juga berharap kepada masyarakat yang sekiranya tidak mengetahui persoalan ini secara jelas, tidak untuk memberi komentar di luar dari kejadian yang sebenarnya.

“Saya harap semua pihak tidak memperkeruh suasana jika memang tidak mengetahui kejadian sebenarnya, mari kita semua sama-sama menjaga keamanan, karena kita semua mempunyai hak untuk hidup di kabupaten ini,” harap Sekda. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Kepala Sat Pol PP Jayawijaya Bantah Anggotanya Lakukan Penganiyaan