Petugas PPL Jangan Hanya Ditempatkan di Lokasi Transmigrasi

share on:
Masyarakat di Distrik Tabonji yang memanen hasil padi setahun silam. Jubi/Frans L Kobun
Masyarakat di Distrik Tabonji yang memanen hasil padi setahun silam. Jubi/Frans L Kobun

Merauke, Jubi – Kepala Distrik Tabonji, Wilhelmus Harbelubun  meminta agar Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), tidak hanya ditempatkan di pinggiran kota termasuk di lokasi transmigrasi. Tetapi juga di daerah pedalaman  yang didiami orang asli Papua, karena mereka  juga membuka lahan pertanian untuk ditanami padi.

Permintaan itu disampaikan Wilhelmus kepada wartawan Rabu (28/4/2016). Menurutnya, khusus masyarakat dari sembilan kampung di Distrik Tabonji yang umumnya adalah OAP, dalam beberapa tahun terakhir, telah membuka lahan untuk ditanami padi. “Ya, kalau tidak salah mencapai 100 hektar,” katanya.

Hanya saja, lanjut dia, tidak adanya PPL sehingga proses dalam mengolah dan menanam padi serta merawat, masih sangat minim. “Selama ini hanya ada beberapa warga yang dilatih untuk menularkan ilmu kepada masyarakat, terkait cara bertanam yang baik. Sementara, petugas PPL tak ada dan kesannya hanya ditempatkan di pinggiran kota dan lokasi transmigrasi,” katanya.

Akibatnya, jelas Wilhelmus, semangat masyarakatnya untuk menanam padi sedikit menurun. “Saya sendiri tidak tahu apa kendalanya. Bahkan, bibit yang diberikan Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Merauke, justru digiling dan digunakan untuk kebutuhan makan setiap hari,” ujarnya.

Peralatan milik masyarakat sudah mendukung, namun kendalanya adalah tidak ada irigasi, sehingga masyarakat setempat hanya mengharapkan sawah tadah hujan.  “Ini juga menjadi salah satu kendala bagi petani di Tabonji membuka lahan, apalagi kita tahu bersama bahwa  terjadi kemarau panjang beberapa bulan lalu,” tuturnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Merauke, Bambang Dwiatmoko mengakui jika kampung-kampung di Distrik Tabonji, mempunyai motivasi dan semangat  tinggi  membuka lahan pertanian sekaligus ditanami padi.  Oleh karena itu, dalam beberapa tahun kemarin, diberikan berbagai alat pertanian  agar membuka lahan.

“Kita juga memberikan bantuan mesin penggilingan padi bagi masyarakat di sana. Karena dalam dua tahun kemarin, lahan seluas 100 hektar, berhasil baik setelah ditanami padi,” katanya. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Petugas PPL Jangan Hanya Ditempatkan di Lokasi Transmigrasi