Polisi Serahkan Penangkap Ikan Ilegal ke Kejaksaan

share on:
Kapal tanpa dokumen yang diamankan Polair Polda Papua Barat. Kapal tanpa dokumen berbendera Indonesia itu juga diamankan karena menangkap ikan dengan menggunakan bom – Jubi/Niko
Kapal tanpa dokumen yang diamankan Polair Polda Papua Barat. Kapal tanpa dokumen berbendera Indonesia itu juga diamankan karena menangkap ikan dengan menggunakan bom – Jubi/Niko

Sorong, Jubi/Antara – Kepolisian Resor Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, menyerahkan 12 nelayan yang menangkap ikan menggunakan bahan peledak kepada Kejaksaan Negeri Sorong guna proses hukum lebih lanjut.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Sorong Edi Sulistio Utomo di Sorong, Selasa (26/4/2016), mengatakan 12 tersangka sudah menjadi tahanan kejaksaan dan dalam waktu dekat akan dilimpahkan ke pengadilan guna disidangkan.

Edi menyampaikan para pelaku diproses hukum karena menangkap ikan menggunakan bahan peledak di perairan konservasi Kabupaten Raja Ampat pada Januari 2016.

“Data Kepolisian Raja Ampat 12 tersangka tersebut merupakan residivis yang sudah berkali-kali menangkap ikan menggunakan bahan peledak,” katanya.

Menurut dia, para tersangka dikenakan Undang-Undang No 27 tahun 2007 tentang pengelolaan daerah pesisir dengan ancaman hukuman diatas 7 tahun penjara.

Selain Undang-Undang No 27, kata dia, para tersangka juga dikenakan Undang-Undang Darurat karena merakit dan menyimpan bom yang digunakan untuk menangkap ikan di perairan Raja Ampat.

“Kami menerapkan Undang-Undang No 27 karena bahan peledak yang digunakan para pelaku menangkap ikan merusak ekosistem laut pesisir pantai Kabupaten Raja Ampat,” katanya. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Polisi Serahkan Penangkap Ikan Ilegal ke Kejaksaan