Menanti Magic Si ‘Anak Emas’ ke Gawang Macan Kemayoran

share on:
Kapten Persipura Boaz Solossa - Jubi/Doc
Kapten Persipura Boaz Solossa – Jubi/Doc

Jayapura, Jubi – Laga pembuka Indonesia Super Competition (ISC) atau kini bernama Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 di Stadion Mandala Jayapura, 29 April yang akan mempertemukan tuan rumah Persipura vs Persija Jakarta dipastikan berlangsung sengit.

Kedua tim merupakan seteru abadi dalam sepakbola nasional. Selain itu kedua tim tak ingin kehilangan muka di hadapan Presiden Jokowi, yang akan membuka kompetisi TSC. Persipura yang tak ingin mengecewakan pendukungnya dipastikan menurunkan skuad terbaik.

Kembalinya “anak emas”, Boaz Solossa yang sempat merumput di negara tetangga, Timor Leste akan menjadi pembeda permainan “Mutiara Hitam”. Tuah magic pemain yang selama ini menjadi roh permainan timnya diharapkan menghadirkan kemenangan.

“Kembalinya Boaz akan menjadi motivasi tersendiri. Boaz tak hanya roh di dalam tim, namun dia ikon Persipura. Kini roh Persipura sudah kembali. Inilah momen yang tepat untuk Persipura menunjukkan kelasnya,” kata salah satu pengamat sepakbola Papua, Nico Dimo kepada Jubi, Kamis (28/4/2016).

Persipura lebih mendominasi statistik pertemuan kedua tim sejak 2005. Di musim itu pasukan “Mutiara Hitam” memaksa “Macan Kemayoran” menelan pil pahit di kandang sendiri. Boaz Solossa dan kawan-kawan mengangkat gelar Liga Indonesia untuk pertama kalinya di hadapan pendukung Persija di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) usai memperlakukan tim ibu kota dengan skor 3-2 lewat gol Korinus Fingkreuw, Boaz Solossa dan Ian Luiz Kabes.

“Era 1970an hanya Persebaya dan Persib yang bisa mengalahkan Persija. Namun sejarah akhirnya mencatat, Persipura tim pertama di luar Pulau Jawa yang mengalahkan Persija di GBK dengan skor 4-1. Padahal ketika itu, Persija diperkuat sembilan pemain yang baru saja tampil di Olimpiade. Diantara pemain itu yakni Anjas Asmara, Edi Sofian dan penjaga gawang Roni Paslah,” ujarnya.

Tak hanya itu, rekor gol terbanyak dalam satu pertandingan milik Persipura. “Mutiara Hitam” pernah mempermalukan “Macan Kemayoran” dengan skor telak 0-6 pada Liga Super Indonesia (LSI) musim 2008-2009. Boaz Solossa yang kini sudah mengemas 111 gol di LSI berpeluang menambah jumlah golnya ke gawang Persija. Kini pemain bernomor punggung 86 tersebut sudah sembilan kali mengoyak jala tim ibu kota.

“Hasil positif di turnamen segitiga antar Persipura, PSM Makassar dan Bali United di Makassar lalu menunjukkan jika kekuatan Persipura sudah kembali. Di laga itu Persipura meraih hasil sempurna. Mengalahkan PSM dengan skor 2-0 serta Bali United 2-1,” katanya.

Status tuan rumah harus dimanfaatkan Boaz Solossa dan kawan-kawan. Ini bisa jadi pembuktian pasukan Jefri Sastra kepada publik kalau “Mutiara Hitam”, peraih empat gelar tertinggi sepakbola Indonesia telah kembali.

“Lupakan kegagalan di Piala Jenderal Sudirman dan Bhayangkara. Kini saatnya Persipura menunjukkan kemampuan yang sesungguhnya. Kini kekuatan Persipura lengkap. Dukungan publik Papua dan kehadiran Presiden Indonesia menjadi motivasi tersendiri untuk Persipura,” katanya.

Meski diunggulkan, namun Persipura tak boleh lengah. Pelatih Paulo Camargo memotivasi pemainnya agar meninggalkan Papua dengan kepala tegak. Camargo telah menyiapkan strategi khusus untuk meredam permainan lawan yang diprediksi akan tampil menyerang sejak menit awal.

“Kami sudah siap melawan Persipura. Akan ada sebuah strategi khusus dan saya harap Persija mampu mencuri kemenangan di Jayapura,” kata Camargo.

Sementara Kapten Persija, Ismed Sofyan juga mengatakan, semua pemain Persipura patut diwaspadai, terutama Boaz Solossa. Katanya, tuan rumah adalah tim yang solid. Kembalinya Boaz menambah kekuatan “Mutiara Hitam”.

“Kami realistis saja di laga ini. Kami tahu, kami bermain di kandang lawan, di hadapan ribuan pendukung Persipura. Bisa bermain seri saja sudah bagus, apalagi kalau kami bisa menang,” kata pemain paling senior di Persija itu. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Menanti Magic Si ‘Anak Emas’ ke Gawang Macan Kemayoran