Andreas Yobee Bantah Lakukan Kekerasan Terhadap Wartawan Jubi

share on:
Andreas Yobee - Jubi/Philemon
Andreas Yobee – Jubi/Philemon

Jayapura, Jubi – Andreas Yobee yang masih mengklaim sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kabudayaan (P&K) Kabupaten Dogiyai, Papua membantah melakukan tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap wartawan Jubi, Philemon Keiya, di Dogiyai, Papua, Senin (25/4/2016).

“Pada saat itu dikatakan demo, demo juga tidak. Tidak, bukan demo. Ada beberapa guru yang mereka terlambat menerima gaji. Karena dinas ini (P&K Dogiyai) ada Plt. Kepala Dinas baru tidak sah yang dilantik oleh Plt. Bupati. Sehingga bendahara saya dia masukan nama Plt. Kepala Dinas ini,” katanya kepada Jubi ketika dihubungi dari Jayapura melalui selulernya, Kamis (28/4/2016).

Yobee membantah, wartawan yang bersangkutan mengaku adanya tindakan kekerasan itu tidak benar, sebab dirinya ketika itu telah ada wartawan langganan lain yang telah wawancarai. “Adik wartawan mengatakan ada tindakan kekerasan itu tidak benar. Sangat tidak benar. Itu saya bantah! Saya guru. Jadi, kata kekerasan itu atur baik-baik. Saya juga lulusan jurusan bahasa dan sastra Indonesia,” katanya.

“Kekerasan itu tidak ada. Tapi dia (wartawan) itu langsung datang, dia bilang Bapak saya mau wawancara, saya bilang maaf. Sudah, sudah. Saya sudah diwawancarai oleh wartawan yang lain,” katanya.

Lanjutnya, “Saya bilang, cukup wartawan yang saya percaya saja, lalu dia bilang mengapa? Saya jawab, tidak perlu anda tanya banyak. Nah, mungkin kata-kata begini ini yang dia terjemahkan kekerasan.”

“Tidak ada cerita lain. Hanya itu saja, tidak ada unsur kekerasan,” jelasnya.

Ia menjelaskan, insan pers tersebut mengatakan dua kali diperlakukan kekerasan itupun tidak benar. “Yang sebelumnya itu ada tamu dari Jakarta, setelah itu dia mau wawancara saya di pinggir jalan. Jadi saat itu memang saya tolak,” kenangnya.

“Kalau narasumber mau terima diwawancarai oke, tapi kalau ditolak juga terima. Jangan pakai bahasa yang bernada emosi,” tuturnya.

Disinggung wartawan yang dipakai? Ia mengatakan, wartawan yang diterima untuk mewawancarainya adalah dari Papua Pos Nabire.

“Jadi, sudahlah ini berlalu saja. Saya mohon maaf kepada semua masyarakat, terutama Kepada pimpinan media yang bersangkutan,” ucapnya.

Ia mengharapkan, gunakan tata cara yang baik ketika hendak wawancarai seseorang, sebab hasil dari wawancara adalah sebagai ‘makanan’ bagi publik. “Wartawan anak-anak Mee yang saya suka itu Markus You. Dia sopan, tidak sombong dan sederhana. Tapi tulisannya sangat enak dibaca. Kalian juga jadilah seperti dia (Markus You),” paparnya berharap.

Sebelumnya, Mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Dogiyai, Andreas Yobee mengusir wartawan Jubi, Philemon Keiya ketika meliput demo para guru, di Mouwa, Dogiyai, Senin (25/4/2016).

Senin siang guru-guru SD Negeri se-Dogiyai menggelar demo untuk menuntut gaji mereka agar segera dibayarkan.

Philemon Keiya dan kawannya Agustinus Dogomo dari Suarapapua.com usai meliput demo itu lalu mewawancarai Andreas Yobee. Namun Andreas yang mengklaim masih menjabat sebagai Kepala Dinas P dan K Dogiyai itu dengan nada kasar menjawab, “kalau saya sudah pakai satu wartawan, ya wartawan itu saja.” Namun ia tidak menyebutkan wartawan yang dimaksudnya itu.

Sementara itu, Plt. Bupati Dogiyai, Herman Auwe mengatakan, Andreas Yobee menegaskan telah dilantik menjadi Assisten I Setda Pamkab Dogiyai. Sedangkan Kepala Dinas P&K Dogiyai adalah Yeremias Anou. (Abeth You)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Andreas Yobee Bantah Lakukan Kekerasan Terhadap Wartawan Jubi