FMJ PTP Apresiasi Penambahan Kuota BBM di Jayawijaya

share on:
Salah satu guru SM3T, Maruntung Sihombing ketika bersama anak-anak murid SD di Lanny Jaya dalam suatu kegiatan-Jubi/Islami
Salah satu guru SM3T, Maruntung Sihombing ketika bersama
anak-anak murid SD di Lanny Jaya dalam suatu kegiatan-Jubi/Islami

Wamena, Jubi – Forum Masyarakat Jayawijaya-Pegunungan Tengah Papua (FMJ-PTP) mengapresiasi penambahan kuota BBM di pegunungan tengah Papua, terutama di daerah Jayawijaya.

Juru bicara FMJPTP, Laurens Elosak pihaknya sudah memperjuangkan berbagai di pegunungan, termasuk masalah BBM. Kini perjuangan itu didengar pemerintah.

“Kita sampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah daerah Kabupaten Jayawijaya, DPRD Jayawijaya dan juga pemerintah pusat maupun Pertamina sendiri,” katanya di Wamena, Kamis (28/4/2016).

Ia bahkan mengakui penambahan kuota BMM menandakan pemerintah peka terhadap kebutuhan rakyat.

“Kami merasa bahwa ada suatu terobosan, karena ini juga merupakan sejarah pertama di pegunungan tengah ada penambahan kuota BBM dan kami sampaikan ke pemerintah daerah, DPRD bahkan pemerintah pusat yang juga peduli dengan melihat situasi bukan hanya di kota-kota tetapi juga di pedalaman-pedalaman,” katanya.

Pihaknya pun mengharapkan agar penambahan kuota BBM untuk Jayawijaya dan pegunungan tengah berlanjut hingga puluhan tahun mendatang. Oleh karena itu, pemerintah kabupaten di pegunungan tengah diminta melakukan konsolidasi.

“Kami juga harap, setelah adanya penambahan kuota BBM ini, tidak ada lagi pengecer-pengecer di pinggir-pinggir jalan, di depan ruko-ruko agar tidak menimbulkan kegaduhan di kemudian hari,” katanya.

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi Jayawijaya, Semuel Munua mengatakan penambahan kuota BBM ini karena adanya kepedulian pemerintah pusat akan kesulitan BBM di pegunungan Papua.

“Jadi, untuk jenis premium dan pertalite bebas mengisi sesuai dengan kebutuhan kita. Perlakukan sama dengan daerah lain di Indonesia. Masyarakat bisa gunakan BBM yang ada ini untuk meningkatkan taraf hidup keluarga,” kata Semuel.

Meski begitu, Semuel menegaskan ada batasan pengisian BBM jenis premium. Warga dapat mengisi BBM satu kali sehari. Sedangkan untuk jenis solar, dinas mengendalikan alokasinya.

“Untuk pengawasan di pengecer, kita tidak jual los begitu saja tetapi dengan catatan, APMS yang jalan ini kita catat, satu hari kendaraan dengan plat nomor yang mana kita catat, sore kami cek lagi apakah kendaraan yang sama mengisi lagi di APMS lain kita akan catat. Kalau ketahuan, tinggal panggil kendaraan bersangkutan dengan kerja sama dengan polisi untuk ditegur. Untuk pengecer resmi jalan seperti biasa, hanya saja harus sesuai dengan harga yang ditetapkan,” katanya. (Islami)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  FMJ PTP Apresiasi Penambahan Kuota BBM di Jayawijaya