Pembangunan Infrastruktur Majukan Pertumbuhan Ekonomi di Papua

share on:
Gubernur Lukas Enembe – Jubi/Alex.
Gubernur Lukas Enembe – Jubi/Alex.

Jayapura, Jubi – Pertumbuhan ekonomi di setiap daerah akan meningkat untuk kesejahteraan masyarakat kalau semua daerah mulai dari pesisir hingga daerah pegunungan terkoneksi dengan baik. Koneksivitas itu hanya bisa diwujudkan jika para kepala daerah di  Papua terus berkonsentrasi dalam membangun konektivitas.

“Pembangunan infrastruktur yang mendukung konektivitas dan mendorong menggeliatnya ekonomi wilayah atau kawasan yang ada di Papua,” hal ini dikatakan Gubernur Papua Lukas Enembe, Kamis (5/5/2016) kepada wartawan di Jayapura.

Hubungan konetivitas tersebut dengan sendirinya memudahkan dalam menentukan pembangunan sarana dan prasarana pendukung lainnya seperti pembangunan pasar,  pelabuhan atau tempat pelelangan ikan bahkan kawasan industri seperti yang baru-baru ini disampaikan  Presiden Jokowi dalam kunjungannya ke Pelabuhan Depapre di Kabupaten Jayapura beberapa waktu lalu.

“Presiden sudah mencanangkan pembangunan Pelabuhan Depapre yang akan terkoneksi dengan kawasan industri yang jaraknya kurang lebih 20 kilometer dari pelabuhan. Tentunya infrastruktur harus kita bangun seperti jalan dan sebagainya sehingga akan mendorong kegiatan ekonomi di kawasan tersebut,” ujarnya.

Pembangunan infrastruktur tersebut menurut Gubernur Lukas, adalah hal yang terpenting guna pergerakan ekonomi masyarakat. Apalagi jika infrastruktur tersebut untuk membuka keterisolasian suatu kawasan yang merupakan sumber-sumber produksi,  seperti perkebunan, persawahan,  perikanan sehingga terkoneksi ke pelabuhan maupun ke pusat-pusat pertumbuhan atau perdagangan lainnya.

“Hal nyata seperti Pasar Mama-Mama yang pekan kemarin dikunjungi Presiden Jokowi dan pembangunan infrastruktur yang diarahkan untuk membuka konektivitas antar daerah sangat penting dan menjadi  prioritas pemerintah provinsi dan pemerintah daerah,” katanya.

Dikatakan, pada Rakerda bupati/wali kota se-Papua beberapa waktu lalu juga  menyinggung perkembangan kegiatan dibidang infrastruktur di masing-masing daerah. Seperti yang disampaikan oleh Bupati Lanny Jaya, Befa Yigibalom bahwa dana otonomi khusus yang diterima oleh daerah itu untuk bidang infrastruktur, dialokasikan buat pembukaan ruas jalan baru, peningkatan kualitas jalan,  pembangunan jembatan dan jembatan gantung.

Dana Otsus yang dialokasikan untuk bidang infrastruktur dari 2013 hingga 2015 yang totalnya sebesar Rp93.270.000.000 juga dialokasikan untuk pembangunan perumahan penduduk, PLTS terpusat, pengadaan dan pemasangan solar sel, mikcohidro, air bersih (intake), pembangunan BTS untuk mendukung jangkauan sinyal dan lapangan terbang yang fungsional.

Selain itu, pembangunan infrastruktur yang didukung oleh dana Otsus di Kabupaten Puncak juga menunjukkan arah penyiapan infrastruktur yang bagus. Pemda Puncak pada 2013 mengalokasikan Rp32.599.478.653 dana Otsus untuk bidang infrastruktur, lalu pada 2014 meningkat menjadi Rp.53.472.852.918 dan pada 2015 sebesar Rp46.763.236.000.

“Dana ini diprioritaskan untuk membangun sarana prasarana perhubungan seperti pelebaran landasan pacu bandar udara Beoga,  peningkatan struktur runway bandara udara Ilaga dan peningkatan landasan pacu bandar udara Wangbe,” ujarnya. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pembangunan Infrastruktur Majukan Pertumbuhan Ekonomi di Papua