BNN Koordinasikan Penyalahgunaan Lem Aibon dengan Dinkes Papua

share on:
Ilustrasi Anak Aibon - google.com
Ilustrasi Anak Aibon – google.com

Jayapura, Jubi – Penyalahgunaan lem merk aibon di wilayah Kota Jayapura khususnya dan Papua umumnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) Wilayah Papua berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua untuk mencari solusi menekan penyalahgunaan Lem Aibon.

Kepala BNN Papua, Komisaris Besar (Pol) Jackson Lapalonga mengatakan, lembaga yang dipimpinnya belum bisa mengidentifikasi lebih jauh mengenai penggunaan Lem Aibon. Ini disebabkan hal itu bukan ranah BNN. BNN bekerja sesuai UU Narkotika Nomor 35 Tahun 2009.

“Tapi bukan berarti kami tak peduli dengan penyalahgunaan Lem Aibon. Kami sudah berkoordinasi dengan Dinkes Provinsi Papua. Ini sudah menjadi tugas pemerintah daerah. Penyalahgunaan Lem Aibon masuk dalam kategori UU Kesehatan. Penanganan di Dinas Kesehatan,” kata Jackson, Rabu (3/5/2016).

Menurutnya, dampak penggunaan Lem Aibon secara rutin, sama seperti narkoba. Pengaruh zat adiktif yang terkandung dalam Lem Aibon sama bahayanya dengan narkotika. Pengguna Lem Aibon juga bisa meninggal dunia secara mendadak.

“Namun cara kerja Lem Aibon memang berbeda dengan narkoba. Jika menghirup Lem Aibon, zat yang terkandung di dalamnya akan masuk ke paru-paru. Dampaknya, merusak susunan saraf otak,” ucapnya.

Pengguna Lem Aibon tak merasa lapar, sering berhalusinasi dan pandangannya tak fokus. Ini akibat zat adiktif yang terkandung dalam Lem Aibon dan menyebabkan ketergantungan.

“Lem Aibon ini cara penggunaannya dihirup. Tapi efeknya sangat kuat. Sama seperti narkoba. Bisa merusak syaraf otak,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, Irwandi mengatakan, jumlah anak-anak yang menghirup Lem Aibon di Kota Jayapura semakin banyak. Mereka tersebar di sejumlah lokasi.

“Misalnya di Pasar Ampera, dan sekitar Saga Mall Abepura. Sekarang ini kurang lebih 50 anak jumlahnya,” kata Irwandi.

Menurutnya, Pemkot Jayapura tetap membantu Pemprov Papua dalam memperhatikan anak-anak aibon.

“Tapi tak bisa melarang penjualan Lem Aibon. Karena lem itu digunakan untuk keperluan lainnya. Hanya saja disalahgunakan,” ucapnya. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  BNN Koordinasikan Penyalahgunaan Lem Aibon dengan Dinkes Papua