KNPI Bagikan KIP di Dogiyai

share on:
Ketua KNPI Dogiyai, Natan Naftali Tebai ketika menunjukkan PIP yang akan dibagikan kepada delapan distrik di kabupaten itu – Jubi/Agus Tebai
Ketua KNPI Dogiyai, Natan Naftali Tebai ketika menunjukkan KIP yang akan dibagikan kepada delapan distrik di kabupaten itu – Jubi/Agus Tebai

Dogiyai – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Dogiyai, Papua akan membagikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada para pelajar di sekolah-sekolah di sejumlah distrik di kabupaten itu.

Pembagian KIP merupakan pelaksanaan Program Indonesia Pintar (PIP) melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang menjadi program unggulan Presiden Jokowi bagi anak usia sekolah untuk memberikan manfaat pendidikan secara optimal. Sasaran penerima KIP adalah setiap anak usia sekolah (6-21 tahun) baik yang telah bersekolah maupun yang belum terdaftar di sekolah.

Ketua KNPI Dogiyai, Natan Naftali Tebai kepada Jubi di Nabire, Jumat (6/5/2016) mengatakan pembagian KIP merupakan program unggulan dari Mendikbud dalam rangka memberantas angka kemiskinan di Indonesia yang masih terbilang cukup tinggi.

Ia mengatakan salah satu persyaratan penerima KIP yaitu guru harus melaporkan ke dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat, sedangkan yang tak bersekolah melaporkan kepada Kepala Kampung setempat.

“Khusus untuk Dogiyai KIP yang dapat hanya sekitar 8 distrik sesuai pendatan dari Dinas terkait yaitu Pendidikan dan Kebudayaan,” katanya.

Delapan distrik yang dimaksud yaitu, Distrik Kamuu, Kamuu Selatan, Dogiyai, Kamuu Utara, Kamuu Timur, Mapia, Mapia Tengah dan Mapia Barat.

“Ini berdasarkan data yang diberikan Dinas P dan K kepada Mendikbud,” katanya.

Ia mengatakan Dinas P dan K perlu melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan mendata dengan baik agar program KIP berjalan baik dan semua anak miskin kedapatan KIP.

“KNPI hanya bagikan KIP ke sekolah-sekolah saja, bukan sosialisasikan karena sosialisasi itu dari Pemerintah setempat. Kita hanya membantu membagikan secara sukarela,” katanya.

“Pembagian KIP ini hanya sebagai sukarelawan. Ini tidak ada dana. Kita hanya sukarelawan. Generasi muda kita perlu membantu kepada masyarakat walaupun biayanya tidak ada,” katanya.

Tokoh Pemuda Dogiyai, Yakobus Woge mengapreasi kepada KNPI yang dipercyakan untuk menjadi sukarelawan dalam pembagian PIP.

“Ini suatu kemajuan. Selama ini organisasi KNPI Dogiyai vakum total. Tak berjalan maksimal,” kata Yakobus.

Ia pun berharap agar pemuda sebagai generasi penerus menjadi harapan kemajuan bangsa.

Kepala Sekolah SMK Negeri I Dogiyai, Daniel Kudiai mengakui belum mengetahui kuota penerima KIP.

“Kami tidak tahu, pendataan seperti apa. Kuota yang dapat untuk KIP di Dogiyai kami belum tahu, apakah murid-murid di sekolah saya dapat atau tidak,” kata Daniel.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Dogiyai, Yermias Degei mengatakan pihaknya juga tak mengetahui kuota penerima PIP sebab penerima didata pejabat sebelumnya. (Agus Tebai)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  KNPI Bagikan KIP di Dogiyai