TPID Maluku Utara Bahas Inflasi

share on:
Ilustrasi inflasi - kaltim.prokal.co
Ilustrasi inflasi – kaltim.prokal.co

Ternate, Jubi – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Maluku Utara (Malut) menggelar rapat koordinasi untuk membahas inflasi yang terjadi di daerah itu, khususnya Kota Ternate.

Kepala BI Perwakilan Malut Dwi Tugas di Ternate, Rabu (11/5/2016), mengatakan rapat tersebut untuk mengkoordinasikan upaya lintas instansi/sektor terkait pengendalian harga atau inflasi.

“Kita melihat inflasi di bulan April sebetulnya cukup rendah yaitu 0,05, namun kalau lihat dari 82 kota yang mengalamii inflasi di bulan April ternyata Kota Ternate berada di urutan empat tertinggi,” katanya.

Dia tidak akan membandingkan Malut atau Kota Ternate dengan daerah yang ada di Jawa, sebab di Ternate masih banyak kendala pasokan barang kebutuhan dari luar daerah sehingga inflasi belum bisa dikendalikan.

Menurut Dwi Tugas, sekarang ini upaya pengendalian lebih difokuskan pada tiga komoditi, termasuk cabe merah dan bawang merah yang dapat diproduksi sendiri berkat ketersediaan lahan yang cukup luas dan subur.

“Jadi tinggal meyakinkan petani bahwa bertani itu sangat menguntungkan,” katanya.

Ia juga menyatakan petani perlu diberikan pendampingan agar produksinya terus meningkat.

“Strategi waktu menanam, misalnya, petani di sini jangan menanam saat di Jawa juga sedang menanam. Kalau panen bersama maka stok menjadi banyak dan pasti harganya rendah,” katanya.

Sungguhpun demikian, Dwi Tugas meminta masyarakat Malut tidak perlu cemas soal inflasi, karena sampai April secara akumulatif inflasi di Ternate hanya -0,09.

Setelah bulan Ramadan kemudian lebaran, diikuti akhir tahun yaitu natal dan tahun baru, biasanya akan terjadi inflasi yang cukup tinggi, “untuk itu kita melakukan rapat koordinasi,” ujarnya. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  TPID Maluku Utara Bahas Inflasi