Hakim Kritik Sensor Pentagon atas Ribuan Foto Penyiksaan di Era Bush

share on:
Potongan-potongan foto yang menunjukkan sebagian dari 198 foto-foto penyiksaan dari militer AS yang dikeluarkan bulan Februari. Foto: Department of Defense.
Potongan-potongan foto yang menunjukkan sebagian dari 198 foto-foto penyiksaan dari militer AS yang dikeluarkan bulan Februari. Foto: Department of Defense.

Nabire, Jubi – Hakim federal mengritik keras Pentagon karena menyangkal ratusan foto yang memperlihatkan personel militer menyiksa para tahanan di Irak dan Afganishtan di era Bush.

Hakim meminta Obama agar keluarkan lebih banyak lagi bukti-bukti gambar dari kejahatan tersebut.

Alvin Hellerstein, hakim senior itu, meloloskan perkara transparansi terhadap foto-foto yang telah berlangsung lebih dari 12 tahun.

Ia ungkapkan ketidakpuasannya menanggapi respon Pentagon atas perintah hukum yang dikeluarkannya tahun lalu, terkait bukti sekitar 1800 foto kasus demi kasus, yang dikatakan berbahaya bagi pasukan AS.

“Kami tidak tahu metodologinya, kami tidak tahu apa yang ditinjau, tidak tahu kriterianya, tidak tahu jumlahnya,” ujar Hellerstein selama satu jam dengar pendapat pada Rabu (11/5/2016).

Dia tegaskan bahwa dirinya akan pastikan proses terkait persoalan ini “tidak akan lama lagi”, suatu proses yang akan memaksa Pentagon membuka foto-foto berikutnya.

Tara LaMort, pengacara departemen kehakiman, membantah Hellerstein, bahwa pemeriksaan berlapis atas foto-foto tersebut, yang dilakukan oleh petugas militer Pentagon, telah memutuskan bahwa membuka mayoritas foto akan memberi keuntungan pada kelompok-kelompok teroris.

Namun Hellerstein membantah keputusan tersebut “tidak cukup” bagi tinjauan peradilan, karena yang dikehendaki adalah pengungkapan alasan dibalik tertahannya foto-foto tertentu.

“Protes saya karena jawaban yang diberikan tidak jelas,” ujar Hellerstein. Pemerintah “tidak mengatakan misalnya kenapa ‘foto ini’ berbahaya”.

Di bulan Februari, Pentagon membuka 198 foto-foto penyiksaan, terkait izin sektretaris pertahanan, Ashton Carter, bahwa dokumen itu tidak terlalu membahayakan bagi AS.

Izin tersebut didapat dari perintah Hellerstein pada tahun 2015, berdasarkan keputusan Oktober 2014 yang menolak posisi dua presiden AS yang menolak membuka foto-foto tersebut ke publik.

Dari 198 foto tersebut tampak beberapa foto menunjukkan luka-luka, bagian-bagian tubuh yang diikat, tanda-tanda memerah di tubuh orang-orang tak teridentifikasi.(*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Hakim Kritik Sensor Pentagon atas Ribuan Foto Penyiksaan di Era Bush