Festival Nasional Theater Juga Diikuti Sanggar Honai

share on:
Anak-anak yang tergabung dalam Sanggar Honai saat melakukan latihan di Pantai Hamadi beberapa hari lalu - Jubi/Roy Ratumakin.
Anak-anak yang tergabung dalam Sanggar Honai saat melakukan latihan di Pantai Hamadi beberapa hari lalu – Jubi/Roy Ratumakin.

Jayapura, Jubi – Festival Nasional Theater yang digelar pada 16 hingga 19 Mei 2016 mendatang di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta akan diikuti oleh Sanggar Honai, Kota Jayapura. Dengan waktu persiapan yang singkat Sanggar Honai siap memberikan yang terbaik untuk Papua khususnya Kota Jayapura.

Hal ini ditegaskan Kreator Sanggar Honai, Jefri Zeth Nendissa kepada wartawan, Senin (16/5/2016). “Kami hanya persiapan satu minggu. Beruntung bagi saya karena ketika saya mengumpulkan personil mereka pada umumnya sudah mempunyai dasar seni peran. Ini juga merupakan wadah pendidikan untuk anak-anak umur sekolah agar tidak terjerumus ke hal-hal yang negatif,” katanya.

Dijelaskan Nandissa, walaupun persiapan yang begitu singkat pihaknya ingin bersaing secara nasional. “Kami ditunjuk untuk mewakili Kota Jayapura pada Festival Nasional Theater. Semua personil yang saya bawa juga saya seleksi secara profesional, tentang naskah juga sangat simple dan dapat dikuasai oleh pemain-pemain,” ujarnya.

Nandissa menambahkan, tema yang akan diangkat pihaknya adalah Papua Zoom Indonesia. “Kami akan mengemas tema ini dengan sederhana dan tidak terlalu ribet tentang masalah artistic, lighting, sound dan lain-lain,” katanya.

Di tempat terpisah Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Jayapura Pundens Tjoe berharap seni theater bisa berkembang dengan seni tari, seni music dan seni lainnya.

“Eksploitasi yang ada di wilayah Port Numbay dapat diangkat ke permukaan. Pengangkatan ke publik itu melalui sanggar seni yang ada di Kota Jayapura. Banyak hal yang dapat diangkat ke permukaan dan dikemas dalam bentuk teater,” kata Tjoe.

Tjoe menambahkan, di Papua ada 256 suku dan mempunyai tutur bahasa dan karakter budaya yang berbeda. Ini kekuatan yang sungguh luar biasa. Dan kalau di eksploitasi dan diangkat serta dikemas dalam bentuk theater, semua itu akan menjadi kekuatan.

“Tidak ada kata terlambat untuk mengangkat budaya Papua melalui seni, selain itu dengan wadah ini juga bisa mengajak anak-anak muda agar bisa belajar bagaimana menghargai budaya,” ujarnya. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Festival Nasional Theater Juga Diikuti Sanggar Honai