Jelang US, Banyak Sekolah di Sorong Bermasalah

share on:
Para siswa di SD YPK Silo Segun, Distrik Segun, Kabupaten Sorong yang duduk di lantai – Jubi/Niko
Para siswa di SD YPK Silo Segun, Distrik Segun, Kabupaten Sorong yang duduk di lantai – Jubi/Niko

Sorong, Jubi – Sekolah-sekolah di Kabupaten Sorong, Papua Barat menghadapi banyak masalah menjelang pelaksanaan Ujian Sekolah (US) untuk SD yang serentak digelar di Indonesia, 16 – 18 Mei 2016.

Peserta US dikabarkan dipungut biaya US sebesar Rp 1 juta per siswa. Selain itu, tak adanya kursi dan meja, tak adanya guru hingga berbulan-bulan lamanya menjadikan siswa khawatir akan masa depannya.

Seorang siswa SD YPK Silo Segun, Distrik Segun, Kabupaten Sorong, Yeheskiel mengaku selama proses belajar hanya duduk di tanah dan beralaskan karton atau tripleks.

Kaka, kita belajar begini saja. Kadang jongkok, kadang duduk di tanah. Ada yang pakai tripleks juga,” katanya kepada Jubi di Sorong, Senin (16/5/2016).

Siswa lainnya, Femima, kelas 6 SDN Durian Kari menuturkan hal serupa. Ia mengatakan di sekolahnya hanya diajar kepala sekolah. Sementara guru lainnya tak menunjukkan batang hidungnya. Femina pun khawatir kondisi itu mengganggu psikologis mereka dalam menghadapi ujian.

“Begini datang jam 7 pagi kami pulang jam 9 pagi. Kalau trada (tidak) orang su pulang jam 8 pagi,” katanya.

Aktivis Lembaga Intelektual Papua Cabang Sorong, Robertus Nauw ketika ditemui Jubi di Sorong, Senin (16/5/2016) meminta agar Pemerintah Kabupaten Sorong seriusi masalah pendidikan di daerah pedalaman dan pinggiran kota.

Maka dari itu ia meminta Pemkab Sorong untuk melakukan kunjungan lapangan untuk assessment dan monitoring.

“Untuk itu hal ini dipandang perlu untuk Pengawas Dinas Pendidikan Kabupaten Sorong,” katanya.

Ia bahkan meminta Komisi I DPRD Kabupaten Sorong yang membidangi masalah pendidikan untuk melakukan monitoring atau reses ke lapangan agar melihat kondisi riil yang terjadi dan melakukan perbaikan ke arah yang lebih baik.

“Tolong pihak-pihak yang bertanggung jawab perhatikan masalah ini. Selain absensi, gaji guru honor belum dibayar, penggunaan dana BOS yang tidak transpaan, contoh kasus di Wenlabat dana BOS hanya buat beli gambar Presiden, Wakil Presiden dan Garuda Pancasila saja dana sudah habis terpakai,” katanya. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Jelang US, Banyak Sekolah di Sorong Bermasalah